Bermain imbang tanpa gol di babak pertama membuat Argentina semakin bernafsu mencetak gol di babak kedua. Meski demikian permainan ultra-difensif yang diterapkan Iran tetap membuat Albiceleste kesulitan menembus pertahanan Iran. Pablo Zabaleta dan Sergio Kun Aguero membuka peluang bagi Argentina masing-masing menit 50 dan 52. Sayang peluang keduanya masih belum bisa menemui sasaran. Sebaliknya, Iran yang terus menerus mendapatkan tekanan hanya mengandalkan skema serangan balik. Taktik ini hampir saja membuat Argentina terdiam, beruntung Sergio Romero berhasil mengamankan peluang Iran lewat tandukan Reza Ghoochannejhad di menit 52. Argentina kembali menekan, memanfaatkan umpan sepak pojok Angel Di Maria tandukan Ezequiel Garay kembali melenceng di sisi gawang. Pun dengan placing Lionel Messi di menit 59, juga masih belum menemui sasaran. memasuki menit 60, Iran lebih berani untuk bermain sedikit terbuka. Anak asuh Carlos Queiroz menciptakan peluang di menit 64 lewat sepakan Ehsan Hajsafi setelah terjadi kemelut di mulut gawang Argentina. Sayang sepakan Hajsafi mampu diblok pemain bertahan Argentina. Iran kembali mengancam gawang Argentina di menit 67, kali ini lewat tandukan Ashkan Dejagah. Memanfaatkan umpan silang Pejman Montazeri tandukan Dejagah berhasil ditepis Sergio Romero dan hanya menghasilkan sepak pojok. Argentina semakin frustasi, dua peluang emas yang didapat gagal dimaksimalkan dengan sempurna. Tendangan bebas Lionel Messi menit 73, kembali melenceng di sisi kiri gawang. Pun dengan sepakan Angel Di Maria dari jarak dekat kembali mampu digagalkan Alireza Haghighi. Pelatih Argentina Alejandro Sabella mengganti dua penyerang sekaligus di menit 77. Ezequiel Lavezzi masuk menggantikan Sergio Kun Aguero, dan Rodrigo Palacio yang masuk menggantikan peran Gonzalo Higuain. Iran hampir saja mencuri gol di menit 86. Kembali lewat serangan balik cepat, Reza Ghoocannejhad berhasil memanfaatkan umpan panjang dari Alireza Jahan Bakhsh. Sayang Ghooochannejhad tak mampu menaklukan Sergio Romero kantaran sepakannya berhasil dimentahkan kiper AS Monaco tersebut. Perjuangan Iran harus terhenti ketika Lionel Messi berhasil membobol gawang Alireza Haghighi saat laga sudah memasuki injury time. Tembakan keras Messi dari luar kotak penalti tak mampu dihalau Haghighi. Gol tersebut membawa Argentina menang tipis 1-0. Hasil ini memastikan langkah Albiceleste ke babak 16 besar Piala Dunia 2014. Argentina memuncaki Grup F dengan poin 3 hasil dua kali kemenangan. Meskipun kalah, Iran masih memiliki peluang untuk bisa lolos ke babak 16 besar andai saja di laga terakhir nanti anak asuh Carlos Queiroz mampu menaklukan Bosnia-Herzegovina. Laga hidup mati Iran kontra Bosnia-Herzegovina akan dilangsungkan pada tanggal 25 Juni 2014 mendatang. Susunan Pemain: Argentina (4-3-3): 1. Sergio Romero (Gk); 4. Pablo Zabaleta, 17. Federico Fernandez, 2. Ezequiel Garay, 16. Marcos Rojo; 14. Javier Mascherano; 5. Fernando Gago, 7. Angel Di Maria (Lucas Biglia'90); 10. Lionel Messi (C), 9. Gonzalo Higuain (Rodrigo Palacio'77, 20. Sergio Kun Aguero (Ezequiel Lavezzi'77). Pelatih: Alejandro Sabella (Argentina) Iran (4-2-3-1): 12. Alireza Haghighi (Gk); 15. Pejman Montazeri, 4. Jalal Hosseini, 5. Amir Hossein Sadeqi, 23. Mehrdad Pooladi; 14. Andranik Teymourian, 6. Javad Nekounam (C); 7. Masoud Shojaei (Khosro Heydari'76), 3. Ehsan Hajsafi (Reza Haghighi'87), 21. Ashkan Dejagah (Alireza Jahan Baksh'85); 16. Reza Ghoochannejhad. Pelatih: Carlos Queiroz (Portugal)
Messi Jadi Pahlawan, Argentina Susah Payah Taklukan IranGrup F
BolaSkor - Sabtu, 21 Juni 2014
- #Ezequiel Garay
- #Ehsan Hajsafi
- #Reza Ghoochannejhad
- #Sergio Kun Aguero
- #Sergio Romero
- #Grup F
- #Estadio Mineirao
- #Piala Dunia 2014
- #Pejman Montazeri
- #Rodrigo Palacio
- #Ashkan Dejagah
- #Alejandro Sabella
- #Gonzalo Higuain
- #Carlos Queiroz
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Imbang Tanpa Gol Lawan Inggris, Pelatih Ghana Tuding Wasit VAR Ngopi
Jumat, 19 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Eks Tangan Kanan Sir Alex Ferguson Lewati Rekor yang Bertahan 16 Tahun
Kamis, 11 Juni 2026
5 Pelatih Tertua di Piala Dunia 2026
Selasa, 09 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026