BolaSkor.com – Duka mendalam tengah dirasakan megabintang Inter Miami dan kapten timnas Argentina, Lionel Messi, dalam suasana duka.
Sang ayah sekaligus agen yang mendampinginya sejak usia 14 tahun, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat sakit berkepanjangan.
Kepergian sang ayah yang berpulang di rumah sakit kampung halamannya di Rosario meninggalkan kepedihan amat dalam bagi pemenang delapan Ballon d'Or tersebut.
Baca Juga:
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Kabar Duka, Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Pasca pemakaman tertutup di kota Perez, Messi mengunggah surat terbuka di media sosial yang mengisyaratkan ketidakpastian mengenai masa depan kariernya.
"Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpamu," tulis Messi dalam unggahan emosionalnya di media sosial.
Kerinduan dan Sinyal Pensiun Lionel Messi

Jorge Messi (marca)
Kehilangan sosok pendamping setia di dalam dan luar lapangan membuat Messi ragu untuk terus melangkah di panggung sepak bola profesional.
Saya tidak tahu bagaimana caranya untuk melanjutkan ini. Dulu saya hanya bermain sepak bola, dan sekarang saya benar-benar tidak yakin apakah saya akan terus melakukannya lebih lama lagi,
ungkap Messi penuh penyesalan.
"Ayah berada di sisiku sejak awal. Kita sudah begitu dekat dengan akhir. Mengapa Ayah tidak bertahan sedikit lebih lama lagi agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama?" lanjutnya.
Baca Juga:
Pesan dari Lionel Messi dan Enzo Fernandez Usai Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Rasa tidak percaya atas kepergian sang ayah terus membayangi pikiran mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.
"Yah, saya masih tidak percaya Ayah telah pergi. Ini belum bisa saya terima, atau lebih tepatnya, saya tidak ingin mempercayainya," tutur sang kapten.
Sangat sulit bagi saya untuk membayangkan bahwa saya tidak akan pernah melihatmu lagi, bahwa kita tidak akan pernah berbicara lagi.
Saya tahu Ayah menderita dan ini yang terbaik, tetapi Ayah pergi terlalu cepat. Kita masih punya banyak hal untuk dinikmati bersama,
tambah Messi.
Momen Emosional Piala Dunia 2026
Tangis Lionel Messi (Foto: The Independent)
Messi juga menceritakan momen emosional saat Piala Dunia 2026, saat kondisi kesehatan sang ayah memburuk tepat sebelum turnamen dimulai.
"Ayah terus memintaku bermain di satu Piala Dunia terakhir, dan hanya beberapa hari sebelum dimulainya, saat itulah kondisimu memburuk," kenang Messi.
"Setiap kali pertandingan berakhir, saya menunggu dan merindukan pesan darimu. Saat itulah saya menyadari betapa buruknya situasi ini," tambahnya.
Baca Juga:
Tangis dan Akhir Era, Berikut Sederet Statistik Lionel Messi Sejak Piala Dunia 2006 hingga 2026
Messi mengakui, bahwa dorongan utamanya membawa Argentina melangkah hingga ke partai final Piala Dunia 2026 adalah demi memberikan sang ayah kesempatan untuk menyaksikan pertandingannya.
"Meskipun demikian, saya tidak bisa berhenti berpikir untuk melangkah sejauh mungkin, demi memberimu waktu untuk menonton pertandingan. Kita berhasil mencapai final, dan Ayah tidak bisa ada di sana," tulis Messi.
"Saya ingin memenanginya agar saya bisa membawa trofi itu kepadamu dan menunjukkan yang baru. Saya tidak bisa, kaki saya sudah tidak memiliki kekuatan tersisa."
"Kali ini saya mencoba mendorong melampaui batas fisik saya, tetapi saya tidak bisa. Saya tidak pernah berhasil merasa baik-baik saja," tutup pesan memilukan tersebut.