BolaSkor.com - Dua kali mencapai final beruntun, timnas Prancis berusaha mencapainya kembali untuk tiga kali beruntun di Piala Dunia 2026.
Les Bleus semakin dekat mencapainya karena kini berada di semifinal. Prancis akan menghadapi ujian besar melawan kandidat juara lainnya, Spanyol, di Dallas Stadium pada Rabu (15/07) pukul 02.00 dini hari WIB.
Prancis arahan Didier Deschamps telah menjadi kandidat kuat juara jauh sebelum turnamen dimulai, mengingat pengalaman serta materi pemain-pemain di dalam skuad.
Baca Juga:
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Tak Terpancing dengan Psywar yang Dilontarkan Pemain Spanyol
Terbukti, di fase grup I Prancis menyapu bersih kemenangan atas Norwegia, Senegal, dan Irak, yang dilanjutkan kemenangan dengan dominasi kuat atas Swedia, Paraguay, dan Maroko sebelum mencapai empat besar.
Dikutip dari berbagai sumber, mari sama-sama melihat atau membedah kekuatan dari Prancis yang telah dua kali memenangi Piala Dunia pada 1998 dan 2018
Lini Serang Mewah
Salah satu kekuatan Prancis yang membuat banyak lawan segan - sekaligus iri, adalah lini serang mereka yang mewah.
Ousmane Dembele, Desire Doue, Michael Olise, dan Kylian Mbappe adalah kekuatan utama Prancis di lini depan dengan dilapis Bradley Barcola, Rayan Cherki, Marcus Thuram, hingga Jean-Philippe Mateta.
Mbappe sudah mencetak delapan gol, Dembele lima gol, dan Olise dengan lima assists. Membendung kuartet lini serang Prancis tidak mudah.
Dembele dan Olise dapat menjadi pemain yang mencetak gol, juga menghadirkan kreativitas dalam permainan, belum lagi dengan kualitas yang mereka miliki dalam menopang Mbappe yang notabene predator kotak penalti. Sementara Doue atau Barcola memiliki kecepatan menyisir sisi sayap.
Gaya Main Prancis

Selebrasi Prancis (fifa)
Dengan lini serang yang mewah tersebut, gelandang-gelandang Prancis bekerja keras dalam cara yang berbeda: melapis pertahanan, memotong serangan lawan, dan melakukan transisi bermain.
Peran itu dijalankan dengan baik oleh Adrien Rabiot dan Manu Kone atau Aurelien Tchouameni, dua gelandang jangkar pada taktik 4-2-3-1 andalan Prancis.
Permainan Prancis pun hybrid: bisa bertahan, kalah penguasaan bola, tetapi berbahaya dalam serangan balik, atau mendominasi permainan menguji seberapa kuat pertahanan lawan membendung kuartet lini serang Prancis.
Titik Lemah

Didier Deschamps (espn)
Selayaknya tim unggulan melawan tim non-unggulan (underdog), menghadapi tim yang parkir bus, mengandalkan serangan balik, dapat membuat Prancis kesulitan.
Paraguay melakukannya meski Prancis menang tipis 1-0 dan citra mereka buruk karena dinilai bermain kasar, menghalalkan berbagai cara untuk menghentikan Prancis.
Prancis terlalu mengandalkan lini serang mereka hingga tidak menyadari tak memiliki pengatur ritme bermain di lini tengah.
Area kecil itu dapat dimanfaatkan tim dengan serangan balik yang kuat, lini tengah yang lebih baik (misal, Spanyol), dan efisien mencetak gol.
Pemain-pemain Kunci Prancis: Kylian Mbappe, Bradley Barcola, Desire Doue, Ousmane Dembele, Michael Olise
Skuad Timnas Prancis
Kiper: Mike Maignan (Milan), Robin Risser (Lens), Brice Samba (Rennes)
Bek: Lucas Digne (Aston Villa), Malo Gusto (Chelsea), Lucas Hernandez (PSG), Theo Hernandez (Al-Hilal), Ibrahima Konate (Liverpool), Jules Kounde (Barcelona), Maxence Lacroix (Crystal Palace), William Saliba (Arsenal), Dayot Upamecano (Bayern Munchen)
Gelandang: N'Golo Kante (Fenerbahce), Manu Kone (Roma), Adrien Rabiot (Milan), Aurelien Tchouameni (Real Madrid), Warren Zaire-Emery (PSG)
Penyerang: Maghnes Akliouche (Monaco), Bradley Barcola (PSG), Rayan Cherki (Manchester City), Ousmane Dembele (PSG), Desire Doue (PSG), Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace), Kylian Mbappe (Real Madrid), Michael Olise (Bayern Munchen), Marcus Thuram (Inter).