BolaSkor.com - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) belum bisa memastikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dapat digunakan Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday pada Maret 2027.
Hal tersebut berkaitan dengan dimulainya tahapan konstruksi penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) SUGBK. Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan daya dukung lapangan agar mampu mengakomodasi berbagai kegiatan berskala besar, termasuk pertandingan sepak bola dan konser musik internasional.
Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Bikin PSSI Putar Otak Cari Lawan Timnas Indonesia
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan pihaknya masih melakukan kajian teknis untuk memastikan kesiapan lapangan. Karena itu, PPKGBK belum ingin memberikan kepastian mengenai kemungkinan SUGBK digunakan pada FIFA Matchday Maret mendatang.
"Kami masih berhati-hati dalam memberikan kepastian. Kami tidak ingin memberikan janji yang belum bisa dipastikan. Saat ini, tim teknis masih melakukan kajian secara cermat untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar siap digunakan," kata Rakhmadi.
Timnas Indonesia Prioritas
Menurutnya, kepastian mengenai kemungkinan penggunaan SUGBK pada Maret 2027 baru bisa disampaikan sekitar Januari atau Februari mendatang.
PPKGBK sendiri menargetkan seluruh pekerjaan penguatan struktur lapangan rampung pada November 2026. Setelah itu, pengujian menggunakan peralatan modern akan dilakukan pada Februari 2027.
Dengan tahapan tersebut, akhir April 2027 menjadi target paling aman bagi PPKGBK untuk memastikan SUGBK kembali dalam kondisi prima dan siap menggelar berbagai kegiatan olahraga.
Baca Juga:
Laga Krusial Papan Atas, Persija Bidik Poin Penuh di Markas Dewa United
Meski demikian, Rakhmadi menegaskan Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan stadion berkapasitas besar tersebut. Jika kondisi lapangan ternyata sudah memungkinkan digunakan lebih cepat dari perkiraan, PPKGBK akan mendahulukan kebutuhan Timnas Indonesia, bukan Persija Jakarta.
SUGBK merupakan markas yang didaftarkan Persija Jakarta sebagai homebase musim ini selain Jakarta International Stadium atau JIS.
Namun, prioritas utama kami tetap Timnas Indonesia. Apabila dalam prosesnya kondisi lapangan ternyata sudah lebih baik dari perkiraan, tentu pemanfaatannya akan kami dedikasikan terlebih dahulu untuk Timnas Indonesia,
ujarnya.
Penguatan Struktur Lapangan SUGBK
Penguatan struktur FOP SUGBK menjadi bagian dari upaya PPKGBK meningkatkan kualitas fasilitas stadion agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan kegiatan olahraga maupun hiburan.
Salah satu latar belakang pekerjaan ini adalah tren konser musik internasional yang semakin banyak menggunakan konsep panggung di tengah lapangan atau center stage.
Beban panggung dan peralatan produksi dalam konser berskala besar berpotensi melampaui daya dukung lapangan saat ini yang berada di kisaran 150-200 kilogram per meter persegi.
Baca Juga:
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Tidak Main di Kandang pada FIFA Matchday November 2026
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat merusak struktur lapisan bawah lapangan, mengganggu elevasi drainase, hingga memicu genangan air dan memengaruhi kerataan permukaan lapangan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PPKGBK melakukan peningkatan melalui dua metode utama, yakni modernisasi peralatan dan penguatan pondasi lapangan.
Rakhmadi menjelaskan, pengelolaan berbagai kegiatan di kawasan GBK juga dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Dukungan dari kementerian terkait diperlukan agar berbagai kegiatan nonolahraga di kawasan GBK dapat berlangsung dengan baik tanpa mengesampingkan fungsi utama stadion sebagai fasilitas olahraga.
"Kami selalu berkoordinasi dengan kementerian pengampu terkait jadwal maupun kegiatan yang berlangsung di kawasan PPKGBK. Di sisi lain, Timnas Indonesia tetap menjadi salah satu prioritas kami," tutur Rakhmadi.