BolaSkor.com – Fasilitas latihan Carrington kedatangan tamu istimewa pekan lalu. Legenda sepak bola dunia, Clarence Seedorf, hadir secara langsung untuk mewawancarai gelandang muda Manchester United, Kobbie Mainoo.
Pertemuan tersebut menjadi momen berharga, mengingat Mainoo kerap dijuluki para penggemar sebagai "Seedorf dari Stockport" sejak menembus tim utama Manchester United pada 2023 lalu.
Baca Juga:
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Atletico vs Manchester United: Misi Sulit Setan Merah
Panggilan tersebut merupakan sebuah kehormatan besar bagi Mainoo.
Gaya bermain pemain berusia muda ini dinilai mirip dengan Seedorf, terutama dalam hal ketenangan saat tertekan, kemampuan mengolah bola di ruang sempit, serta perpaduan kekuatan fisik dan teknik yang mumpuni.
Pertemuan Dua Generasi dan Sensasi Liga Champions
Mendapat kesempatan berharga untuk berdiskusi secara langsung lewat kolaborasi bersama Amazon Prime, Mainoo tak menyia-nyiakannya untuk menimba ilmu dari kolektor empat trofi Liga Champions tersebut.
Dalam perbincangan mereka, Mainoo mengenang kembali awal kariernya di Old Trafford serta momen saat ia merasakan atmosfer megah panggung tertinggi sepak bola Eropa.
"Rasanya sudah sangat lama berlalu. Ya, saya tahu ini baru beberapa tahun, tetapi rasanya sudah begitu lama hanya karena merasa ada banyak hal yang telah terjadi," papar Mainoo di laman resmi Man United.
"Begitu banyak pertandingan dan banyak hal telah terjadi," tambahnya.
Baca Juga:
Cara Menonton dan Jadwal Live Streaming Atletico Madrid vs Manchester United
"Untuk berada di posisi kami sekarang, Anda tahu, tentu saja kami bisa berbuat lebih baik di liga, dan kami akan melakukannya, kami akan menjadi lebih baik."
Namun, untuk lolos ke Liga Champions, mendengarkan musik itu, dan berjalan keluar di Old Trafford, Anda tahu, itu sangat spesial,
lanjut gelandang muda tersebut.
Mainoo juga menceritakan pengalaman pertamanya tampil di Liga Champions saat masih berusia 18 tahun.
"Musim pertama saya adalah sekilas pandang pertama saya pada sepak bola Liga Champions dan saya masih muda, 18 tahun, dan saya masuk melawan Bayern Munchen dan Galatasaray pada fase akhir lalu kami tersingkir," kenang Mainoo.
"Jadi saya merasa, 'Oh, saya harus merasakan itu lagi.' Saya harus berada di bawah lampu stadion itu lagi dan kembali ke sana. Jadi itu luar biasa."
Perbandingan dengan Seedorf
Menjelang akhir percakapan, Seedorf memberikan pandangannya mengenai julukan "Stockport Seedorf" yang disematkan publik kepada Mainoo.
Meski tak terlalu menyukai komparasi pemain, legenda asal Belanda itu mengakui adanya kemiripan di antara mereka.
Orang-orang terkadang membandingkan kita, mungkin terlalu berlebihan. Saya tidak suka dibandingkan ketika saya masih muda,
tegas Seedorf.
Baca juga:
3 Calon Pelatih Baru Manchester United jika Michael Carrick Dipecat
"Saya pikir setiap orang itu unik. Saya pikir Anda adalah pemain yang unik," imbuhnya.
Seedorf memuji ketenangan serta cara pandang Mainoo di lapangan hijau.
Saya pikir Anda (Mainoo) memiliki pola pikir yang serupa dengan apa yang saya miliki di usia muda.
"Cara Anda membaca pertandingan dan cara Anda tetap tenang, itu adalah atribut hebat yang harus dimiliki karena ketika tekanan datang untuk tim, mereka dapat mengandalkan Anda," puji sang legenda.