>Jenius, karena Madrid sebenarnya bisa unggul lebih dari empat gol, mereka menyia-nyiakan sejumlah peluang bagus. Sementara peluang bersih Bayern sangat terbatas, meski mencatat jumlah tembakan lebih banyak, total 19 kali dengan rincian on target 4, off target 7, blocked 8.>Classy Alonso. Terlepas dari kartu kuning yang membuatnya tak bisa main di final, mantan pemain Liverpool ini kembali menunjukkan kelasnya saat berperan sebagai jembatan antara lini belakang dan depan. Alonso benar-benar menjadi sentral permainan, sosok kunci ketika Madrid melakukan transformasi permainan.
>Ancelotti butuh sosok cerdas yang bisa mengubah fungsi tim dari bertahan ke menyerang, dan Alonso memerankannya dengan sempurna. Selama 90 menit di Allianz Arena, Alonso adalah pemain Madrid yang paling banyak mengoper bola. total Alonso melepas 37 passing dan 32 di anataranya sukses.>Akhirnya, pantas menyebut pengalaman Ancelotti-lah yang memenangkan Madrid atas Bayern. Hasil ini benar-benar membuktikan kualitasnya sebagai peracik strategi kelas wahid. Istilah parkir bus boleh saja tersemat pada pilihan strateginya, namun yang terjadi sebenarnya adalah Ancelotti telah menerapkan effective football. Di satu sisi, hasil ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi karier kepelatihan Pep yang baru berusia enam tahun.>(data statistik: opta)