Insiden ini terjadi ketika seusai laga, bek berusia 35 tahun ini mengambil mikropon pembawa acara di stadion dan meneriakkan kata-kata "For the homeland" yang kemudian dijawab dengan kata-kata "Ready!" oleh fans Kroasia yang ada di stadion. Slogan ini digunakan oleh rezim boneka Nazi di Kroasia, Ustashas, yang berkuasa di Kroasia ketika ribuan orang dibunuh dalam kamp konsentrasi selama Perang Dunia Kedua. Menanggapi denda tersebut, bek asal klub Dinamo Zagreb ini pun mengeluarkan pernyataan melalui website resmi Dinamo Zagreb, membantah adanya konteks politik dalam komentarnya. Komisi Disiplin FIFA pun dikabarkan tengah melakukan investigasi terkait masalah ini untuk menentukan apakah diperlukan hukuman tambahan bagi Simunic akibat insiden ini.