Football

Sport

Feature

Result

Show

Lainnya Sports Berita

Juara Indonesia Development Open Series 3, Kevin Akbar Nyaman di Gunung Geulis

BolaSkor - Selasa, 04 Agustus 2026

BolaSkor.com - Pegolf tanah air, Kevin Caesario Akbar, berhasil menjuarai Indonesia Development Open Series 3 yang digelar di Gunung Geulis West Course, Bogor.

Lewat pertarungan sengit dengan pegolf lain sejak Rabu (29/7), Kevin akhirnya sukses merebut trofi juara usai tampil gemilang pada hari ketiga final pada Jumat (31/7). Dia mencetak skor total 204 pukulan (69-68-67) atau 9 under.

Baca Juga:

Kevin Caesario Akbar Berambisi Naik Kelas ke Asia Tour Tahun Depan

Kevin Caesario Akbar Bawa Pelajaran Berharga dari PKNS Selangor Masters 2026

Ketenangan yang Membentuk Mental Juara, Cerita Perjalanan Kevin Caesario Akbar dari Lapangan Golf

Atas keberhasilan itu, Kevin membawa pulang hadiah utama dengan total Rp36 juta dari hadiah sebesar Rp100 juta yang diperebutkan para pegolf di kategori Men Pro.

"Pastinya sangat senang. Karena terakhir menang itu di akhir 2023," ungkap Kevin.

Kembali Taklukkan Gunung Geulis

Kevin Caesario Akbar. (dok. Indonesia Development Open Series 3)
Kevin Caesario Akbar. (dok. Indonesia Development Open Series 3)

Kevin lagi-lagi mampu menaklukkan lapangan Gunung Geulis dengan menjadi juara Indonesia Development Open Series 3.

Sebelumnya, pegolf 28 tahun itu juga sukses menjuarai ajang The Indonesia Pro-Am yang digelar di lokasi yang sama pada 2023 silam. Trofi itu menjadi gelar profesional pertamanya di ajang Asian Development Tour (ADT).

Yang pasti memang Gunung Geulis itu selalu ada dalam kenangan saya, karena pertama kali juara internasional itu di Gunung Geulis,

ucap Kevin.

"Dan sekarang akhirnya menang lagi di Gunung Geulis di level nasional," tambahnya.

Persiapan Matang

Kevin mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya berhasil menaklukkan Gunung Geulis dan menjadi juara ialah karena sudah terlebih dahulu melakukan riset dan latihan di lapangan tersebut sebelum ajang dimulai.

"Bisa dibilang seminggu sebelum turnamen saya sering main di sana, mencoba lapangannya, karena tiap tahun saya bermain di sana itu kondisi (lapangannya) tidak selalu sama dan berbeda,beda," ungkapnya.

Menurutnya, pada tahun lalu dirinya bermain di sana, cuaca sedang sering hujan dan lapangan pun menjadi lebih basah. Namun, kali ini hujan jarang turun dan kondisi lapangan pun berubah, lebih kering dari sebelumnya.

Oleh karena itu, Kevin melihat bahwa riset dan adaptasi terhadap lapangan sangat diperlukan jelang bergulirnya turnamen.

Penulis: Gazza Roosaryatama

Baca Artikel Asli