BolaSkor.com - Timnas Italia mencatatkan rekor, bukan dalam hal positif, melainkan aib sebagai juara Piala Dunia yang absen tiga kali beruntun di event sepak bola empat tahunan tersebut.
Digagalkan Swedia dan Makedonia Utara pada play-off Piala Dunia 2018 dan 2022, Gli Azzurri kali ini dikalahkan Bosnia-Herzegovina di play-off Piala Dunia 2026 via adu penalti. Italia terakhir tampil di Piala Dunia 2014.
"Tim nasional adalah cerminan dari sistem, jika kami telah tersingkir tiga kali, itu berarti ada sesuatu yang rusak secara fundamental di dasarnya," kata mantan Direktur Juventus dan Napoli, Luciano Moggi.
Baca Juga:
Campur Aduk Perasaan Rekan Setim Jay Idzes setelah Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Presiden FIGC Ogah Mundur
Pemerintah Italia Mulai Intervensi, Menteri Olahraga Minta Ketua FIGC Diganti
"Ikan membusuk dari kepala, dan karena itu Gabriele Gravina harus mundur. Dia tidak beruntung dan tidak mampu menjalankan tugasnya."
"Kami perlu memulai dari nol, pembersihan total. Menteri Abodi harus turun tangan secara serius. Cukup bicara: yang dibutuhkan adalah revolusi nyata."
Tiga Pelatih Italia di Piala Dunia 2026
Italia urung ke Piala Dunia 2026 di bawah arahan Gennaro Gattuso, tetapi nama Italia tidak sepenuhnya hilang di turnamen yang akan dihelat di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat tersebut.
Setidaknya, ada tiga pelatih dari Italia yang akan berpasitipasi di Piala Dunia 2026 dengan timnya masing-masing.
Ketiga pelatih itu adalah Vincenzo Montella, Carlo Ancelotti, dan Fabio Cannavaro. Montella menangani timnas Turki, Ancelotti melatih timnas Brasil, dan Cannavaro membesut timnas Uzbekistan.
Italia memiliki tiga pelatih yang berpatisipasi di Piala Dunia 2026, menjadikan Italia dengan pelatih kepala terbanyak keempat di turnamen setelah Argentina (enam pelatih), Prancis (enam pelatih), dan Spanyol (empat pelatih).
Setelah Italia ada juga Jerman (tiga pelatih), Inggris (dua pelatih), Belanda (dua pelatih), Australia (dua pelatih), Bosnia-Herzegovina (dua pelatih), dan Maroko (dua pelatih).
Sementara sisanya dilatih oleh peramu taktik dari negara mereka masing-masing yakni Kroasia, Norwegia, Republik Ceko, Skotlandia, Swiss, Mesir, Senegal, Cape Verde, Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Meksiko.