BolaSkor.com – Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, resmi menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada timnas Argentina dan sejumlah pemainnya akibat keributan yang terjadi pada laga final Piala Dunia 2026.
Dalam duel panas yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Spanyol tersebut, serangkaian insiden kekerasan dilaporkan terjadi di atas lapangan.
Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menerima hukuman paling berat berupa skorsing 10 pertandingan dari timnas serta denda sebesar 90 ribu dolar AS.
Sanksi tegas ini dijatuhkan FIFA setelah Paredes terbukti mencekik bek Spanyol, Eric Garcia, dan mendorong Gavi hingga jatuh ke tanah.
Baca Juga:
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Keributan pemain Argentina dengan Spanyol di final Piala Dunia 2026 (Foto: @brfootball)
Hukuman 10 laga tersebut secara praktis membuat Paredes absen membela Argentina selama satu tahun penuh hingga Juni 2027.
Selain Paredes, bek Nahuel Molina diganjar larangan bertanding tujuh laga dan denda 90 ribu dolar AS, sedangkan Thiago Almada dijatuhi skorsing satu laga plus denda 30 ribu dolar AS.
Kubu Spanyol juga tidak luput dari tindakan disiplin, di mana Gavi dijatuhi sanksi satu pertandingan yang bakal berlaku pada laga UEFA Nations League mendatang melawan Inggris.
Sementara itu dari jajaran staf kepelatihan Tim Tango, Roberto Ayala menerima sanksi larangan mendampingi tim tiga laga beserta denda 30 ribu dolar AS.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) turut dijatuhi denda sebesar 110 ribu dolar AS atas berbagai pelanggaran selama turnamen.
Pelanggaran tersebut mencakup pembentangan spanduk bermuatan politik terkait Kepulauan Falkland usai semifinal melawan Inggris, serta nyanyian diskriminatif oleh para suporter.
Sanksi Tambahan Stadion dan Langkah Banding AFA
Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026. (Foto: The Sun)
Selain denda finansial, FIFA menginstruksikan AFA untuk mengalokasikan dana senilai 100 ribu dolar AS bagi proyek anti-rasisme. Federasi juga diperintahkan menggelar laga kandang berikutnya dengan pembatasan kapasitas penonton sebesar 50 persen.
Laga final di East Rutherford, New Jersey, bulan lalu memang berlangsung dalam tensi yang sangat tinggi.
Argentina, yang kesulitan menciptakan peluang dan harus bermain dengan 10 orang pasca kartu merah Enzo Fernandez, akhirnya bertekuk lutut akibat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Menanggapi rentetan sanksi berat dan denda finansial tersebut, pihak AFA tidak tinggal diam.
Baca Juga:
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Federasi sepak bola tertinggi di Argentina itu menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk mengajukan banding atas putusan komite disiplin FIFA.
Dalam rilis resminya, pihak federasi menyatakan kesiapannya untuk membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.
Departemen hukum AFA akan, pada waktunya, meminta landasan putusan dari FIFA guna mengajukan banding ke komite banding badan pengatur tersebut, sembari tetap membuka opsi mengajukan banding ke CAS sebagai langkah terakhir,
bunyi pernyataan resmi AFA.
Jika upaya banding di internal FIFA tidak memuaskan, AFA siap melayangkan gugatan ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS).