Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Indonesia Indonesia Berita

Eks Ketum The Jakmania Bantah Video Suporter Bawa Stik Baseball Berkaitan dengan Penyerangan Bus Persib

Rizqi Ariandi - Rabu, 14 Oktober 2026

BolaSkor.com - Mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan keterkaitan sebuah video viral dengan penyerangan bus Persib Bandung EPA U-18 di Batang, Jawa Tengah.

Ferry memastikan video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga suporter Persija Jakarta membawa stik baseball bukan merupakan rekaman kejadian penyerangan bus tim EPA Persib di Batang.

Ia mengaku langsung menghubungi pihak Persib Bandung untuk mengonfirmasi keaslian video tersebut setelah rekamannya ramai beredar di media sosial.

Baca Juga:

Erick Thohir Ancam Pengurangan Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter

Berdasarkan konfirmasi yang diterimanya, pihak Persib membantah bahwa video tersebut merupakan rekaman yang dibuat oleh para pemain EPA Persib yang menjadi korban penyerangan.

Saya berharap gini, semua pihak, Jakmania atau siapapun untuk tidak sembarangan menyebarkan video-video, foto-foto yang belum tentu berkaitan dengan kejadian langsung. Kayak misalnya ada video di mana ada anak-anak bawa apa? Stik baseball, itu sempat dapat respons dari mana-mana,

kata Ferry Indrasjarief saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (13/10).

Ferry menjelaskan, pihak Persib menjadi rujukan utama yang dihubunginya untuk memastikan apakah video tersebut berkaitan dengan insiden di Batang. Setelah mendapatkan bantahan, ia meminta publik tidak mengaitkan rekaman itu dengan penyerangan bus EPA Persib.

"Saya selalu ngecek ke pihak Persib, apa benar ini video yang direkam anak-anak EPA Persib? Mereka bilang ini bukan. Berarti kalau bukan, berarti ini bukan kejadian di situ (Batang) kan? Walaupun saya enggak kenal orang-orang itu. Kita mau cross check ke mana? Satu-satunya kan cross check ke Persib. Ternyata mereka membantah yang bawa-bawa stik baseball itu video dari mereka. Berarti itu bukan kejadian di Batang,” ucapnya.

Di sisi lain, Ferry mengonfirmasi bahwa video yang memperlihatkan aksi penjarahan terhadap barang-barang yang diduga milik rombongan EPA Persib memang berkaitan dengan insiden di Batang.

Ia mengatakan kembali menghubungi pihak Persib untuk memastikan keterkaitan rekaman tersebut dengan kejadian yang menimpa rombongan tim muda Maung Bandung.

Ketika ada adegan video penjarahan, saya tanya lagi sama mereka. Saya tanya itu bus dia, itu memang bus mereka. Jadi berarti ini (penjarahan) benar kejadian di Batang,

ucapnya.

Bung Ferry Kecam Kekerasan dan Minta Penanganan Adil

Ferry menyayangkan sekaligus mengecam penyerangan terhadap bus EPA Persib Bandung. Namun, ia juga mengingatkan agar insiden tersebut tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau menyudutkan kelompok tertentu.

Baca Juga:

Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal

Mantan asisten manajer dan sekretaris tim Persija Jakarta itu menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam sepak bola. Menurutnya, setiap tindakan kekerasan harus ditindaklanjuti tanpa memandang pihak yang terlibat.

Ferry turut menyinggung insiden berbeda yang menimpa rombongan The Jakmania Cikampek di Tol Palikanci, Cirebon. Dalam kejadian tersebut, bus yang membawa suporter Persija mengalami kerusakan kaca akibat penyerangan dan sejumlah anggota dilaporkan mengalami luka-luka.

Ia meminta seluruh insiden tersebut ditangani secara adil agar setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dimintai pertanggungjawaban.

Sangat-sangat menyayangkan. Karena gini ya, Persija dan Jakmania, bagi Persija dan Jakmania sikapnya tegas, tidak ada tempat untuk tindakan kekerasan seperti ini, tapi juga tidak ada tempat untuk pihak-pihak lain melakukan hoaks, gitu. Tidak ada tempat juga buat hal-hal gitu dan kejadian ini harus adil, gitu,

ucapnya.

"Maksudnya adil, semua yang melakukan itu, siapapun dia, baik Jakmania maupun pihak-pihak lain, ya itu tetap harus diusut. Karena ada beberapa kejadian nih, ada korban juga dari pihak kita, di yang anak-anak Jakmania di Cirebon itu kan juga korban,” tambahnya.

Baca Artikel Asli