Football

Sport

Feature

Result

Show

Sosok Feature Liga Dunia Liga Lain Berita

Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus

Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026

BolaSkor.com – Cristiano Ronaldo seyogyanya menikmati masa-masa akhir kariernya dengan penuh ketenangan sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa. Berbagai trofi prestisius dan rekor spektakuler telah ia ukir di panggung tertinggi.

Torehan 979 gol, lima penghargaan Ballon d'Or, delapan gelar juara liga, hingga lima trofi Liga Champions menjadi bukti sahih kehebatannya.

Pencapaian fantastis tersebut secara praktis hanya sanggup diimbangi oleh rival abadinya, Lionel Messi.

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, Isu Merajuk karena Tidak Dimainkan Beredar

Namun, ambisi besar sang megabintang justru memicu deretan perselisihan yang berpotensi merusak reputasinya di pengujung karier.

Bintang veteran berusia 41 tahun itu kini berada di ambang perpisahan kelam dengan panggung sepak bola.

Perselisihan Sengit dengan Erik ten Hag

Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo (Foto: Getty Images)

Kepulangannya ke Manchester United pada 2021 sempat disambut nostalgia dan antusiasme luar biasa oleh para pendukung Setan Merah. Namun, masa-masa indah itu tidak berlangsung lama dan justru menjadi awal penurunan kariernya di Eropa.

Hubungannya dengan pelatih kala itu, Erik ten Hag, memanas secara terbuka usai serangkaian ketegangan di dalam tim. Terutamanya kala Ronaldo meninggalkan Old Trafford saat pertandingan masih berlangsung.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Jerman Bangkit, Belanda Nyaris Kalah

Puncaknya terjadi saat Ronaldo melakukan wawancara kontroversial bersama Piers Morgan dan mengaku merasa 'dikhianati' oleh manajemen klub.

Buntut dari wawancara menggemparkan tersebut, kontrak Ronaldo akhirnya diputus secara sepihak oleh Manchester United. Perjalanannya di Old Trafford pun resmi berakhir dengan torehan luka dan konflik.

Sensasi dan Ketegangan Baru di Arab Saudi

Cristiano
Cristiano Ronaldo dan Ange Postecoglou (Foto: World Soccer Talk)

Setelah hengkang dari Inggris, Ronaldo mengambil keputusan mengejutkan dengan menjajal Liga Arab Saudi bersama Al-Nassr. Ia menandatangani kontrak bernilai fantastis yang memecahkan rekor dunia.

Kepindahannya berhasil memicu gelombang kedatangan bintang-bintang top Eropa ke Timur Tengah.

Dari segi ketajaman, Ronaldo tetap membuktikan kapasitasnya dengan mengemas 132 gol dari 155 pertandingan.

Meski demikian, perjalanannya di Arab Saudi tidak sepi dari gejolak internal.

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo Ngambek, Tidak Ada yang Peduli di Timnas Portugal

Ronaldo sempat melancarkan aksi mogok bertanding sebagai bentuk protes atas minimnya pergerakan Al-Nassr pada bursa transfer Januari.

Situasi makin canggung ketika pelatih baru, Ange Postecoglou, menariknya keluar pada jeda babak pertama saat menghadapi Al-Ettifaq beberapa waktu lalu.

Tanpa kehadiran Ronaldo di babak kedua, Al-Nassr justru berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.

Mimpi Buruk di Panggung Internasional

Cristiano
Cristiano Ronaldo di bangku cadangan Portugal (Foto: Bein Sports)

Masalah Ronaldo tak berhenti di level klub, melainkan turut merembet ke timnas Portugal.

Padahal, ia merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selecao das Quinas dengan torehan 164 gol dalam 268 penampilan.

Statusnya sebagai starter yang tak tersentuh mulai goyah setelah penampilan mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Keputusan pelatih yang terus memainkannya sejak menit awal mendapat kritik tajam saat Portugal tersingkir di babak 16 besar.

Ronaldo hanya mampu mengemas tiga gol - dua di antaranya dicetak saat menghadapi Uzbekistan. Performa tersebut memicu desakan publik agar sang kapten segera mundur dari panggung internasional.

Konflik dengan Jorge Jesus

Cristiano
Cristiano Ronaldo (Getty Images)

Reuni Ronaldo dengan mantan pelatihnya di Al-Nassr, Jorge Jesus, yang kini menukangi Portugal ternyata tidak memperbaiki keadaan. Ketegangan baru justru meletus saat Portugal berhadapan dengan Norwegia.

Ronaldo yang hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan menunjukkan kekecewaannya secara terbuka. Ia langsung berjalan menuju lorong ruang ganti tanpa memberikan penghormatan kepada para pendukung yang hadir.

Situasi kian memanas setelah Ronaldo secara mengejutkan memilih hengkang lebih awal dari pemusatan latihan timnas. Ia pun merilis pernyataan resmi untuk menjelaskan keputusan drastisnya tersebut.

"Setelah konferensi pers timnas, dan menyusul percakapan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, saya memutuskan untuk meninggalkan pemusatan latihan timnas," kata Ronaldo.

Pada waktunya, saya akan memberitahu seluruh rakyat Portugal tentang kebenaran di balik alasan yang mendorong saya meninggalkan tim nasional, yang selalu saya abdi.

"Sekarang adalah waktunya untuk mendoakan keberuntungan bagi Portugal dan semua rekan tim saya, tanpa terkecuali," urai Ronaldo.

Baca Artikel Asli