BolaSkor.com - Pembalap tim Gresini Moto2 Jorge Navaro yang mengalami kecelakaan di GP Australia Minggu lalu terpaksa absen di seri Malaysia akhir pekan ini. Cedera itu membuka peluang bagi pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama untuk melakoni debutnya di kelas intermadiate itu.
Insiden Navaro di Phillip Island itu berujung cedera robek pada ligamen jari manis tangan kanannya. Rider Spanyol itu telah menjalani operasi di Melbourne, Senin (23/10) pagi dan langsung terbang ke Eropa untuk menjalani proses pemulihan.
Akibat cedera itu, rider 21 tahun tersebut tidak bisa belum mampu menekuk tangan kanannya. Kemungkinan besar pembalap Spanyol itu akan kembali balapan di Valencia, seri terakhir balapan Moto2 musim ini.
Pemanggilan Dimas menggantikan Navaro memang terbilang mendadak. Baru diumumkan hari ini. Praktis persiapan pembalap asal Jakarta itu tidak lama. Dia bakal mengandalkan pengalamannya di ajang CEV untuk bisa cepat beradaptasi dengan motor Moto2. Saat ini, rider 25 tahun tersebut sedang berlaga di ajang FIM CEV Spanyol.
CEV sendiri adalah salah satu ajang feeder yang menjadi batu loncatan pembalap muda dari seluruh dunia sebelum naik ke Moto3 atau Moto2. Di klasemen sementara Dimas berada di peringkat tujuh. Musim 2017 adalah tahun pertama bagi Dimas membalap di CEV satu musim penuh.
"Saya sangat senang mendapatkan tawaran membalap di Grand Prix Moto2. Ini merupakan momen luar biasa bagi saya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Gresini Racing dan juga Astra Honda Motor. Persiapan ini sangat singkat," ujar Dimas.
Di penampilan debutnya, fokus Dimas adalah beradaptasi dengan motor di sejak sesi latihan bebas hari pertama. Dimas yang menyabet podium ketiga di Catalunya tahun ini, mengatakan akan memberikan masukan kepada tim mekanik Gresini demi mendapatkan setingan motor terbaik di Sepang nanti. Beruntung bagi Dimas, Sepang bukanlah sirkuit yang asing baginya.
"Saya akan memaksimalkan potensi yang saya miliki untuk mendapatkan hasil terbaik," tandasnya.
Moto2 merupakan kelas intermediate tertinggi di bawah MotoGP. Rider-rider top dan juara dunia MotoGP hampir semuanya pernah merasakan sengitnya pertarungan di kelas yang dulu disebut kelas 250 cc tersebut. (k-1/ysf)