BolaSkor.com - Manchester United tengah berburu tiket empat besar Premier League atau zona Liga Champions.
Red Devils juga merasakan langsung dampak dari kontribusi pemain-pemain baru seperti Matheus Cunha, Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, hingga Senne Lammens.
Nama yang disebut terakhir juga membungkam kritik terkait kelayakannya menjadi kiper utama Man United, posisi yang penuh tekanan.
Baca Juga:
Manchester United Meringis, Uang Pesangon untuk Ruben Amorim Bisa Melonjak Drastis
Fabrizio Romano Ungkap Peluang Manchester United Rekrut Eduardo Camavinga dari Real Madrid
Pemain dari Premier League Jadi Jaminan Mutu, Manchester United Incar Duo Nottingham Forest
Terlebih, Lammens baru berusia 23 tahun dan baru pertama kali bermain di Premier League setelah sebelumnya di Royal Antwerp.
Namun pada musim debut, Lammens tampil impresif mengawal gawang Man United yang sebelumnya gagal diperankan Andre Onana dan Altay Bayindir, termasuk saat menangani situasi bola mati.
Kotak Penalti bak Medan Perang
Senne Lammens (@utdscope)
Tidak mudah bagi kiper apalagi yang belum berpengalaman menjadi penjaga gawang di Premier League.
Terutamanya saat ini, ketika sepak pojok menjadi mimpi buruk dengan dorongan kepada kiper untuk mempersulitnya mengantisipasi datangnya bola.
Berbicara mengenai momen tersebut, Lammens menggambarkannya bak medan perang.
"Saya rasa sepanjang musim memang seperti ini," ujar Lammens dikutip dari Goal.
"Bagi saya, memang seperti itulah adanya. Ini Premier League. Suasananya seperti perang di dalam kotak penalti 16 meter."
Alih-alih kesal karena gangguan tersebut, kiper asal Belgia tersebut justru tertantang.
"Itu juga salah satu kekuatan saya, jadi terkadang saya menyukai tantangannya," imbuh Lammens.
"Saya menikmatinya, sedikit keluar dari zona nyaman dan menghadapi situasi-situasi tersebut karena sekarang, meskipun ada banyak pemain di dekat saya, saya tetap berusaha menyambut umpan silang."
"Itu juga memberi saya perasaan yang baik bahwa saya bermain dengan baik," tambahnya.