BolaSkor.com - Dua musim bersama Arne Slot, Liverpool akan memulai era baru di bawah arahan pelatih Spanyol, Andoni Iraola.
Dua laga uji coba pramusim menatap musim baru telah menjadi pertanda awal mula Liverpool dengan Iraola.
The Reds menang dua kali beruntun atas Sunderland (4-2) dan Wrexham (1-0). Laga-laga pramusim tersebut menjadi momen Liverpool beradaptasi dengan filosofi sepak bola Iraola.
Baca Juga:
Progres Transfer Bradley Barcola ke Liverpool: The Reds Belum Tanya Harga
Hasil Liverpool vs Wrexham: Gol Semata Wayang Rio Ngumoha Menangkan The Reds
Liverpool Siapkan Alternatif Pemain jika Gagal Rekrut Bradley Barcola
Iraola, 44 tahun, telah tiga tahun menangani Bournemouth sebelumnya dan mengangkat performa tim hingga mampu bersaing di papan atas Premier League, juga meraih tempat di Liga Europa.
Andoni Iraola Cocok untuk Liverpool
Andoni Iraola (x/JacobsBen)
Menggantikan Slot dan melatih klub sekaliber Liverpool tidak mudah, tetapi Iraola diyakini dapat memenuhi ekspektasi fans.
Keyakinan itu diutarakan oleh mantan pemainnya di Bournemouth, yang kini memperkuat Liverpool, Milos Kerkez.
Mengenal betul Iraola, Kerkez yakin Iraola cocok menangani Liverpool dengan kemampuannya beradaptasi menangani skuad yang dimilikinya.
"Saya pernah bekerja untuknya (Iraola) sebelumnya dan dia banyak membantu serta meningkatkan kemampuan saya selama dua tahun saya bersamanya," kata Kerkez dikutip dari Athletic.
"Saya sangat senang dia mendapatkan pekerjaan itu: tentu saja untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk tim."
Semua orang tahu tipe sepak bola seperti apa yang dia mainkan, jadi saya pikir dia sangat cocok untuk kami. Dia sangat mengutamakan intensitas.
"Dia tidak takut bermain satu lawan satu di seluruh lapangan, melakukan pressing tinggi, dan selalu berada di posisi menyerang. Saya pikir pemain lain juga menyukai cara kerjanya," urai Kerkez.
Lebih lanjut, pemain asal Hungaria itu juga menjabarkan karakter kepelatihan Iraola yang bersikap adil kepada seluruh pemain.
"Dia sangat profesional. Dia suka berbicara kadang-kadang, tetapi tidak banyak," imbuh Kerkez.
"Saya pikir mungkin dia tidak ingin terlalu dekat dengan beberapa pemain dan ingin menunjukkan bahwa semua orang sama di tim."
"Dia menunjukkan banyak emosi di pinggir lapangan, tetapi di ruang ganti dan saat latihan, dia cukup tenang," pungkas Kerkez.

