(Sumber: Bola.com)
(Sumber: Bola)
(Sumber: Bola)
>Beberapa improvisasi dilakukan oleh FC UNY untuk mengatasi hal ini. Salah satunya dengan penyerang tengah mereka yang bergerak turun jauh hingga ke area sentral untuk memberikan koneksi. Pergerakan ini juga memanfaatkan buruknya koordinasi pergeseran blok struktural Tim Garuda Muda, di mana jarak antar pemain dalam blok mereka cukup longgar.>Dalam beberapa kesempatan hal ini mampu membuat FC UNY keluar dari tekanan dan mengalirkan bola ke depan. Hanya saja beberapa keputusan buruk membuat usaha ini sia-sia. Koneksi yang terputus saat build-up Ketika melakukan konstruksi serangan dari bawah, anak asuh Eduard Tjong membentuk struktur 1-4-2-4 dengan posisi fullbackmereka yang cukup rendah.>Posisi rendah oleh fullback mereka ini sangat membantu dalam menstabilkan sirkulasi bola di lini pertama. Hanya saja sirkulasi yang stabil ini tidak dibarengi dengan koneksi yang baik untuk mendukung progresi bola. Hanya terdapat dua pemain tengah membuat FC UNY dapat dengan mudah mengontrol jalur operan ke area sentral dan memutus koneksi build-up Timnas Indonesia U-19.
(Sumber: Bola)
(Sumber: Bola)
Timnas U-19 sedang berdoa sebelum melakukan latihan. (Sumber: Bola)
(Sumber: Bola)