BolaSkor.com – Semangat gelandang veteran asal Kroasia, Luka Modric, bersama AC Milan dipastikan kembali berlanjut untuk musim keduanya.
Modric menegaskan komitmen tinggi serta ambisi besarnya untuk mengantarkan Rossoneri meraih kejayaan.
Langkah Modric untuk memperpanjang masa bakti di San Siro didasari oleh rasa cintanya yang mendalam pada klub.
Baca Juga:
Luka Modric Bongkar Kesalahan AC Milan Musim Lalu yang Bikin Gagal ke Liga Champions
Meski harus mempertimbangkan beberapa aspek sebelum mengesahkan kontrak baru, keputusannya bertahan sudah bulat sejak awal.
Cinta untuk AC Milan

Luka Modric (football-italia)
Di lubuk hati terdalam, saya tahu saya ingin melanjutkan karier bersama Milan, tetapi saya juga harus memeriksa hal-hal lain yang memungkinkan saya melakukannya.
"Dan sekarang saya di sini, senang bisa kembali," tutur Modric dalam wawancara yang dikutip media Spanyol, AS.
Rasa frustrasi akibat kegagalan menembus Liga Champions dan cedera yang mengganggunya di fase krusial musim lalu justru menjadi pendorong utama.
Baca Juga:
Profil Diego Moreira, Pemain Baru Rp1 Triliun Milik AC Milan
Bahkan saat membela timnas Kroasia di ajang Piala Dunia 2026, fokusnya tak pernah lepas dari AC Milan.
"Pada hari-hari pertama, saya hanya memikirkan apa yang salah."
"Kemudian saya harus fokus bersama Kroasia di Piala Dunia, tetapi saya selalu menjaga kontak dengan klub, dan Milan selalu ada dalam pikiran saya," ia menambahkan.
AC Milan Setara Real Madrid
Mengenai proses pembaruan kontraknya, Modric mengaku sempat ingin mendengarkan kondisi fisiknya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan final bersama keluarga.
"Ketika Milan menunjukkan betapa mereka peduli pada saya, dan ketertarikan mereka atas kehadiran saya dalam proyek baru, itulah yang perlu saya dengar."
"Saya berbicara dengan keluarga saya dan memutuskan untuk bertahan," ungkapnya.
Baca Juga:
Bermain Kohesif, Real Madrid Kian Mengerikan di Era Jose Mourinho
Di usianya yang tak lagi muda, Modric menolak menjadikan umur sebagai penghambat di atas lapangan.
Keberadaan para pemain muda di skuad justru menyulut jiwa kompetitifnya untuk terus berkembang dan bersaing.
Bagi Modric, ikatan emosional dan besarnya nama Milan tidak ada tandingannya di panggung sepak bola dunia, bahkan jika dibandingkan dengan mantan klubnya, Real Madrid.
Saya pernah bermain untuk klub terbesar di dunia, yaitu Real Madrid, tetapi perasaan saya adalah Milan berada di level yang sama.
Ketika orang-orang berbicara tentang Milan, mereka membicarakannya dengan cara berbeda. Saya kembali dengan tujuan yang sama seperti hari pertama, yaitu untuk menang,
pungkas Modric.