BolaSkor.com – Sejak konsorsium BlueCo yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital mengambilalih kepemilikan klub pada 2022, Chelsea tidak pernah berhenti membuat gebrakan publik.
Mulai dari menggelontorkan dana fantastis di bursa transfer hingga membongkar pasang jajaran pelatih, langkah manajemen The Blues kerap dinilai penuh pertaruhan berani sekaligus gegabah.
Di luar kesuksesan pilar seperti Cole Palmer maupun kegagalan nama besar sekelas Raheem Sterling, terdapat keunikan dari rekrutan Chelsea di era BlueCo: manuver transfer yang di luar prediksi.
Baca Juga:
Usai Rekrut Danny Welbeck, Chelsea Amankan Servis Jordan Henderson
Berikut adalah lima rekrutan paling aneh Chelsea di era kepemilikan BlueCo yang menyita perhatian publik sepak bola.
1. Facundo Buonanotte
Facundo Buonanotte (Laman Resmi Chelsea)
Keputusan Chelsea memboyong Facundo Buonanotte dengan status pinjaman dari Brighton & Hove Albion cukup membingungkan mengingat sesaknya opsi di lini tengah.
Terlebih lagi jika menilik pernyataan unik pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, saat melepas sang pemain.
"Ini adalah kesempatan besar bagi Facundo untuk bermain reguler di Premier League dan Liga Champions musim ini serta melanjutkan perkembangannya," ungkap Hurzeler.
Baca Juga:
Tiket AC Milan vs Chelsea di GBK Sudah Ludes 50 Persen, Tak Jadi Rangkaian Piala Presiden 2026
Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Buonanotte hanya mencatatkan 45 menit penampilan di Premier League dan tiga kali tampil di Liga Champions.
Kesepakatan pinjaman tersebut akhirnya dibatalkan enam bulan lebih awal sebelum sang pemain dipinjamkan ke Leeds United.
2. Denis Zakaria
Denis Zakaria mendarat di Stamford Bridge dengan status pinjaman dari Juventus pada tenggat transfer tahun 2022.
Namun, gelandang asal Swiss tersebut kesulitan mendapatkan menit bermain dan baru mengemas debut Premier League setelah periode Natal, dengan total hanya mengoleksi 11 penampilan.
Langkah panik Chelsea memboyong Zakaria di hari terakhir bursa transfer mendapat sorotan tajam dari jurnalis asal Jerman, Raphael Honigstein, yang mempertanyakan kejelasan visi klub.
Baca Juga:
Seskab Teddy yang Minta AC Milan vs Chelsea Jadi Rangkaian Piala Presiden 2026
"Rasanya sedikit panik pada titik ini. Sebagai contoh, saya menyukai Zakaria tetapi saya ingin tahu proses berpikirnya," kata Honigstein.
"Bagaimana bisa Anda beralih dari menargetkan Frenkie de Jong menjadi merekrut Zakaria di hari terakhir?" cetus Honigstein.
3. Alejandro Garnacho
Alejandro Garnacho (@Blue_Footy)
Perekrutan Alejandro Garnacho dari Manchester United pada musim panas lalu menjadi perjudian yang tidak membuah hasil manis bagi Chelsea.
Terlepas dari potensi besar yang dimilikinya, persoalan konsistensi dan sikap sang pemain menjadi tembok penghalang di Stamford Bridge.
Perjudian berisiko tinggi tersebut hanya menghasilkan satu gol di ajang Premier League dari Garnacho.
Kegagalan mengunci posisi utama membuat manajemen Chelsea akhirnya melepas sang winger muda ke Aston Villa dengan status pinjaman.
4. Mathis Amougou
Nama Mathis Amougou mungkin tidak terlalu familier bagi publik Stamford Bridge lantaran sang gelandang muda hanya mencatatkan dua penampilan dengan durasi total 22 menit.
Diboyong dari Saint-Etienne pada Februari 2025, ia diikat kontrak delapan tahun sebelum akhirnya dijual ke Strasbourg lima bulan berselang.
Baca Juga:
Hat-trick Gol di Laga Pramusim, Joao Pedro Sangat Lapar Tatap Musim Baru dengan Chelsea
Meskipun memantau sang pemain selama dua tahun, manajer Chelsea saat itu, Enzo Maresca, secara terbuka mengakui bahwa Amougou memang tidak disiapkan untuk masuk ke dalam rencana skuad utama.
"Kami tidak merekrutnya dengan pemikiran bahwa dia bakal memainkan peran penting bersama kami," aku Maresca blak-blakan mengenai status sang pemain muda di dalam tim.
5. Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang (Getty Images)
Merekrut penyerang tajam yang pernah bekerja sama dengan manajer tim sejatinya merupakan langkah rasional.
Namun, keputusan manajemen Chelsea memecat Thomas Tuchel - sosok kunci di balik kedatangan sang striker - kurang dari sepekan setelah kepindahan Aubameyang dari Barcelona menjadi hal yang sangat aneh.
Pasca pemecatan Tuchel pada 2022, karier Aubameyang di London Barat langsung meredup drastis.
Penyerang asal Gabon tersebut kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya dan hanya mampu menyumbangkan satu gol di Premier League, sebelum akhirnya hengkang pada musim panas berikutnya.