BolaSkor.com - Arsenal mengirim pesan kuat kepada tim-tim rival jelang bergulirnya Premier League 2026-2027. Pesan itu dikirim via kemenangan 3-0 atas Manchester City di Community Shield 2026.
Bermain di Millenium Stadium, Minggu (16/08) malam WIB, tiga tol Arsenal datang dari Riccardo Calafiori (1'), Kai Havertz (28'), dan Martin Odegaard (48').
Kemenangan telak ini mengulang margin keunggulan terbesar Arsenal atas City di ajang yang sama pada 2014 silam.
Baca Juga:
Hasil Arsenal vs Manchester City: Menang 3-0, The Gunners Raih Gelar Community Shield Ke-18
Meski menjadi awal yang berat bagi pelatih baru Man City, Enzo Maresca, kekalahan di ajang tirai pembuka ini belum tentu mencerminkan hasil akhir liga.
Berdasarkan catatan sejarah, hanya satu dari 15 pemenang Community Shield terakhir yang sanggup mengakhiri musim sebagai juara Premier League.
Dilansir dari laman resmi Premier League, berikut lima fakta menarik dari kemenangan telak Arsenal atas Manchester City di Community Shield 2026"
1. Arsenal Amankan Trofi Pertama
Arsenal langsung tancap gas lewat gol Riccardo Calafiori saat laga baru berjalan 23 detik.
Catatan tersebut resmi menjadi gol tercepat dari 668 gol yang dikemas Arsenal di bawah komando Mikel Arteta di semua ajang.
Sebelum laga bergulir, Arteta sempat menegaskan ambisi besar anak asuhnya untuk membuka musim baru dengan raihan trofi.
Baca Juga:
"Ini adalah trofi yang bisa kami dapatkan. Kami memenanginya (trofi) tahun lalu lewat Premier League."
"Anda bisa melihat betapa lapar para pemain, yang merupakan pertanda sangat baik," tutur Arteta sebelum pertandingan.
2. Martin Odegaard Kembali ke Bentuk Permainan Terbaiknya

Arsenal vs Manchester City (X/Arsenal)
Sang kapten Martin Odegaard tampil luar biasa mengendalikan permainan dan mencetak gol ketiga Arsenal usai mengecoh Gianluigi Donnarumma.
Gelandang asal Norwegia ini mencatatkan operan terbanyak (55/58), dribel terbanyak (3/3), dan pemulihan bola terbanyak (9 kali) di lapangan.
Kebangkitan Odegaard menjadi sinyal positif usai dihantam cedera sepanjang musim 2025-2026.
Baca Juga:
Saling Sikut di Premier League, Haaland dan Odegaard Pimpin Skuad Piala Dunia Norwegia
Penampilan menjanjikan juga ditunjukkan Myles Lewis-Skelly yang sukses memberi assist matang untuk gol pembuka.
Kami ingin memulai musim dengan sebuah trofi dan kami berhasil mewujudkannya. Kami memainkan sepak bola yang luar biasa.
Saya ingin mencetak lebih banyak gol dan ini adalah cara yang bagus untuk memulainya,
ucap Odegaard seusai laga.
3. Performa Bagus Christos Tzolis
Rekrutan anyar Christos Tzolis menjadi bintang di sektor sayap kiri Arsenal lewat sumbangan dua assists.
Ia menjadi pemain Arsenal pertama yang mengemas dua kontribusi gol pada laga debut sejak Willian di September 2020.
Selain itu, Tzolis juga tercatat sebagai pemain pertama yang menciptakan dua assists di ajang Community Shield sejak David Beckham pada 1996.
Baca Juga:
Berstatus Pemain Baru Arsenal, Christos Tzolis Langsung Bidik Tempat Bermain Reguler
Performa tajam eks pilar Club Brugge ini membuktikan kualitasnya sanggup ditransformasikan dengan mulus ke panggung Premier League.
4. Kai Havertz, Spesialis Laga Besar
Kai Havertz kembali membuktikan kapasitasnya sebagai ujung tombak andalan Arteta untuk pertandingan-pertandingan krusial.
Pergerakan tanpa bola dan kerja sama antarlini yang ia tunjukkan menjadi kunci pembongkar pertahanan lawan.
Penyerang asal Jerman ini tercatat telah terlibat langsung dalam tujuh gol (empat gol dan tiga assists) saat menghadapi Man City.
Jumlah tersebut menjadi catatan kontribusi gol terbanyak Havertz melawan satu klub sepanjang karier profesionalnya.
5. Setitik Harapan dari Phil Foden
Di tengah hasil minor yang didapat Man City, Phil Foden tampil sebagai sinar terang dengan menempati posisi nomor 10.
Keputusan Enzo Maresca menempatkan Foden sebagai pengatur serangan mengindikasikan sang pemain bakal jadi poros utama tim.
Peran vital ini menjadi angin segar bagi Foden, yang sempat terlempar dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, setelah hanya mencatatkan 23 penampilan sebagai starter di musim terakhir Pep Guardiola.