BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 telah memasuki babak 16 besar. Fase gugur pentas empat tahunan itu kerap menampilkan pertandingan-pertandingan yang seru dan terus diingat sepanjang masa.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, fase gugur piala dunia edisi kali ini memiliki satu pertandingan lebih banyak dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan bertambahnya kontestan dari 32 negara menjadi 48 tim.
Praktis, fase gugur yang tadinya dimulai dari babak 16 besar, kini harus melewati babak 32 besar terlebih dahulu.
Baca Juga:
Nostalgia Piala Dunia: Misteri dan Konspirasi Ronaldo di Final 1998
Nostalgia Piala Dunia 2002: Kontroversi Superioritas Korea Selatan Bikin Italia dan Spanyol Merana
Sepanjang sejarah, ada beberapa laga babak 16 besar yang pasti selalu diingat oleh para pecinta sepak bola. Berikut empat laga babak 16 besar piala dunia paling bersejarah menurut BolaSkor.com.
Prancis vs Argentina (2018)
Pertemuan Prancis dan Argentina di babak 16 besar pada Piala Dunia 2018 menjadi salah satu tontonan yang ditunggu-tunggu tidak hanya oleh pendukung dari kedua tim itu, tetapi juga pecinta sepak bola secara keseluruhan.
Saat itu, Prancis dihuni oleh para pemain hebat yang tengah dalam masa jayanya, seperti Antoine Griezmann, Hugo Lloris, Raphael Carane, Paul Pogba, dan N'Golo Kante. Kylian Mbappe yang masih berusia 19 tahun juga menjadi salah satu yang disorot di ajang yang digelar di Rusia itu.
Hasilnya, Prancis menang atas Argentina dengan skor 4-3 dalam laga yang penuh dengan jual beli serangan tersebut. Prancis unggul terlebih dahulu lewat gol dari titik putih yang dicetak oleh Griezmann (13'). Namun, Argentina berbalik unggul lewat gol yang dicetak oleh Angel Di Maria (41') dan Gabriel Mercado (48').
Prancis kemudian mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-57 lewat gol Benjamin Pavard yang juga menjadi salah satu gol terbaik sepanjang sejarah piala dunia. Dua gol tambahan dari Kulian Mbappe pada menit ke-64 dan ke-68 memastikan tim berjuluk Les Bleus melaju ke perempat final.
Sergio Aguero sejatinya sukses mencetak gol pada menit ke-93', tetapi waktu tak cukup bagi tim berjuluk Albicelestes itu untuk mengejar ketertinggalan gol. Prancis pun kemudian melangkah jauh dan sukses menjadi juara Piala Dunia 2018.
Korea Selatan vs Italia (2002)
Laga antara Korea Selatan kontra Italia pada Piala Dunia 2002 juga menjadi salah satu pertandingan yang akan terus diingat, terutama bagi pendukung Italia. Duel yang digelar di Korea Selatan itu penuh kontroversi dan meninggalkan bekas menyakitkan bagi warga Italia dan juga penggemarnya.
Gianluigi Buffon dan kolega harus angkat koper lebih cepat usai kalah dengan skor 1-2. Waktu 90 menit berakhir dengan skor imbang 1-1 dan laga pun berlanjut ka babak tambahan saat itu.
Gol Ahn Junghwan pada menit ke-117 langsung menyudahi pertandingan karena saat itu, piala dunia masih menggunakan format golden goal, di mana tim pertama yang mencetak gol pada babak tambahan langsung berhak menjadi pemenang.
Laga tersebut sangat diingat dan bersejarah karena sepanjang laga, keputusan dari wasit yang memimpin pertandingan, yakni Byron Moreno, dianggap berat sebelah ke tuan rumah dan merugikan Italia.
Beberapa keputusan yang dipertanyakan ialah penalti yang didapatkan Korea Selatan pada awal pertandingan, kartu merah untuk Francesco Totti, gol Damiano Tommasi yang dianulir, serta permainan keras dari pemain Korea Selatan yang dibiarkan tanpa adanya pelanggaran dan kartu dari wasit.
Pertandingan itu juga berpengaruh terhadap karier Ahn Junghwan yang saat itu membela tim Italia, Perugia. Pemilik klub, Luciano Gaucci, langsung mengakhiri kontrak penyerang Korea Selatan tersebut.
Portugal vs Belanda (2006)
Laga antara Portugal dan Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2006 juga menjadi salah satu yang tercatat dalam sejarah. Duel tersebut dikenal dengan nama 'Battle of Nuremberg'.
Tercatat hanya tercipta satu gol dalam pertandingan tersebut dengan Portugal yang keluar sebagai pemenang. Lantas, mengapa laga minim gol itu sangat diingat?
Jawabannya ialah karena betapa kerasnya laga berjalan. Kedua tim sama-sama bermain keras yang menghasilkan total 16 kartu kuning dan empat kartu merah. Itu menjadi pertandingan piala dunia dengan jumlah kartu terbanyak sepanjang sejarah.
Belgia vs Jepang (2018)
Salah satu laga yang juga cukup berkesan dan dikenang ialah duel antara Belgia dan Jepang di Piala Dunia 2018 yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Belgia.
Jepang berhasil unggul 2-0 terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Genki Haraguchi (48') dan Takashi Inui (52'), Belgia kemudian menyamakan kedudukan dengan gol dari Jan Vertonghen (69') dan Marouane Fellaini (74').
Kedua tim kemudian bersaing sengit pada 15 menit terakhir pertandingan. Belgia akhirnya keluar sebagai pemenang lewat gol pada menit akhir yang dicetak oleh Nacer Chadli.
Gol serangan balik cepat itu berawal dari sang kiper, Thibaut Courtois yang menangkap tendangan sudut dari pemain Jepang, dia langsung menggulirkan bolanya ke kaki Kevin De Bruyne yang kemudian berlari cepat dan memberikan umpan terobosan ke Thomas Meunier di sisi kanan, bola kemudian diumpan ke dalam kotak penalti Jepang, Lukaku membiarkan bola melewati dirinya dan Nacer Chadli yang berdiri bebas sukses menyarangkan bola ke gawang Jepang dan mengakhiri laga dengan kemenangan.
Penulis: Gazza Roosaryatama