Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

UEFA Berharap Piala Eropa 2020 Bebas Rasialisme

UEFA juga yakin tidak akan ada masalah keamanan pada gelaran Piala Eropa 2020.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 01 Desember 2019
UEFA Berharap Piala Eropa 2020 Bebas Rasialisme
Trofi Piala Eropa (twitter/EURO2020)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - UEFA sangat berharap pada gelaran Piala Eropa 2020 alias Euro 2020, permasalahan terkait rasisme sudah lenyap. UEFA ingin gelaran akbar tersebut bebas dari insiden rasialisme.

Rasialisme memang masih menjadi problem di sepak bola Eropa. Belum lama ini, laga tandang Swedia melawan Rumania dalam kualifikasi Euro 2020 di Bukares dua kali dihentikan karena pelecehan rasialis. Bukares merupakan salah satu kota yang menjadi penyelenggara final Piala Eropa 2020.

Namun demikian wakil presiden UEFA Giorgio Marchetti mengaku tidak takut insiden-insiden itu terjadi ke putaran final Piala Eropa 2020.

Baca Juga:

Kondisi Timnas Inggris Disebut Lebih Baik ketimbang Jelang Piala Dunia 2018

Hasil Laga Kualifikasi Piala Eropa 2020: Inggris Pesta Gol, Portugal dan Prancis Menang

"Berdasarkan pengalaman kami, Piala Eropa selalu menjadi ajang yang sangat menggembirakan, paling tidak di dalam stadion," kata dia dikutip Reuters.

"Kami yakin bahwa atmosfer semacam ini akan menjadi prioritas di atas hal-hal bodoh dan kadang-kadang kriminal yang sayangnya dari waktu ke waktu terjadi di sepak bola, dan kami tak pernah ingin melihatnya di cabang olah raga kami."

Piala Eropa 2020 akan digelar di 12 kota di 12 negara, dari Dublin sampai Baku, dalam format berbeda demi merayakan 60 tahun gelaran ini.

UEFA juga meyakini tidak akan ada masalah keamanan sekalipun mengakui ini merupakan masalah yang berat. "Ini pertanyaan yang sulit dijawab," kata kepala turnamen UEFA Martin Kallen.

"Saya kira kami akan bekerja bersama dengan 12 otoritas keamanan nasional, keamanan publik di 12 negara dan khususnya juga dengan pihak berwenang pemerintah-pemerintah kota di masing-masing negara."

"Kami yakin bahwa semua pihak berwenang yang bertanggung jawab atas hal ini akan berbuat yang terbaik untuk menjamin keamanan semua penonton. Jadi dari titik itu, saya tidak terlalu khawatir."

Piala Eropa 2020 UEFA

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
UEFA menegaskan ancaman memboikot kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih tetap terbuka.
Yusuf Abdillah - Jumat, 07 Agustus 2026
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
Piala Dunia
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
UEFA secara resmi menolak rencana FIFA menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor. Bahkan, federasi sepak bola Eropa itu mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proposal tetap dijalankan.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
Piala Dunia
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Lebih dari Rp360 Miliar
Erick Thohir mendukung rencana FIFA menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia. Jika disetujui, PSSI berpeluang menerima pendanaan hingga 20 juta dolar AS untuk melanjutkan transformasi sepak bola Indonesia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Lebih dari Rp360 Miliar
Piala Dunia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Perseteruan FIFA dan UEFA kembali memanas setelah muncul rencana penjualan saham Piala Dunia senilai US$20 miliar. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Ragam
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Simak enam tren paling menarik di Piala Dunia 2026, mulai dari penalti yang melempem hingga dominasi tim-tim Eropa berdasarkan data statistik.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Omar Artan akan mencatatkan namanya dalam sejarah. Wasit asal Somalia itu ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026.
Yusuf Abdillah - Jumat, 12 Juni 2026
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Liga Champions
Buntut Dorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Hukuman UEFA
Buntut dari insiden dorong ball boy di laga melawan PSG, UEFA resmi membuka proses disipliner terhadap pemain Chelsea Pedro Neto.
Yusuf Abdillah - Jumat, 13 Maret 2026
Buntut Dorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Hukuman UEFA
Inggris
Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak senilai 407 juta euro atau lebih dari Rp8 Triliun.
Yusuf Abdillah - Jumat, 27 Februari 2026
Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Liga Champions
Buntut Dugaan Rasisme, UEFA Resmi Jatuhkan Hukuman Sementara kepada Prestianni
Gianluca Prestianni tidak bisa tampil pada leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Yusuf Abdillah - Selasa, 24 Februari 2026
Buntut Dugaan Rasisme, UEFA Resmi Jatuhkan Hukuman Sementara kepada Prestianni
Liga Champions
Bantah Lakukan Pelecehan Rasial, Gianluca Prestianni Tetap Terancam Hukuman Berat
Gianluca Prestianni telah memberikan keterangan dalam penyelidikan UEFA terkait dugaan pelecehan rasisnya terhadap Vinícius Junior.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 21 Februari 2026
Bantah Lakukan Pelecehan Rasial, Gianluca Prestianni Tetap Terancam Hukuman Berat
Bagikan