BolaSkor.com - Wasit asal Somalia, Omar Artan, mencatat sejarah baru di sepak bola Eropa. Ia menjadi wasit non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa.
Artan ditunjuk sebagai pengadil utama laga Paris Saint-Germain (PSG) melawan Aston Villa di Red Bull Arena, Kamis (13/8) pukul 02.00 WIB.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Wasit Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat, FIFA Lepas Tangan
Ditolak Masuk ke Amerika Serikat, Wasit Asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Kampung Halaman
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Pertandingan tersebut mempertemukan PSG selaku juara Liga Champions dengan Aston Villa yang berstatus kampiun Liga Europa.
Omar Artan Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026

Penunjukan Artan menjadi momen spesial setelah ia sebelumnya terpilih sebagai salah satu wasit untuk Piala Dunia 2026.
Namun, wasit berusia 34 tahun itu tidak dapat menjalankan tugas di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko setelah dirinya ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Kegagalan tersebut ternyata tidak menghentikan perjalanan Artan di panggung internasional. UEFA justru memberinya kesempatan memimpin salah satu pertandingan bergengsi dalam kalender sepak bola Eropa.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menilai Artan memiliki kualitas dan pengalaman yang cukup untuk mendapatkan kepercayaan tersebut.
Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa dan sudah berpengalaman. Dia telah membuktikan kemampuannya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika,
kata Ceferin.
UEFA Beri Penghargaan untuk Artan
Ceferin menyebut penunjukan Artan bukan hanya bentuk penghargaan terhadap kualitas sang wasit. Keputusan tersebut juga mencerminkan peran sepak bola sebagai penghubung antarmanusia dan antarnegara.
Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan manusia dan UEFA ingin menunjukkan penghargaan kepada Omar serta kemampuan luar biasanya dalam memimpin pertandingan,
ujar Ceferin.
Artan sendiri sebelumnya telah memiliki pengalaman memimpin pertandingan di level tertinggi sepak bola Afrika. Kini, ia mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di panggung Eropa.
Bagi Artan, kesempatan ini memiliki makna lebih besar. Ia tidak hanya memimpin duel dua klub elite Eropa, tetapi juga mencatat sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin UEFA Super Cup.
"Saya merasa terhormat ditunjuk untuk pertandingan besar ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UEFA, serta kepada presiden CAF dan semua orang di CAF," ujar Artan.