BolaSkor.com – Kepala Komite Wasit UEFA, Roberto Rosetti, melontarkan kritik pedas terhadap penggunaan sistem Video Assistant Referee (VAR) saat ini.
Rosetti menilai banyak peninjauan ulang video yang dinilai makin melenceng dan tidak lagi mencerminkan realitas sepak bola nyata.
Dalam peluncuran portal panduan VAR bernama Clear Line, Rosetti menegaskan pentingnya mengembalikan peran utama wasit di atas lapangan. Ia mengingatkan bahwa sepak bola dimainkan di dunia nyata, bukan dalam simulasi video game.
Baca Juga:
Aturan Baru Piala AFF 2026: Pakai VAR Penuh, Hitung Mundur 5 Detik, hingga Larangan Tutup Mulut
Data Berbicara, VAR Untungkan Argentina di Piala Dunia 2026?
"Kami menyadari bahwa di mana pun saat ini tidak ada kepuasan tentang bagaimana VAR memengaruhi sepak bola," ungkap Rosetti dikutip dari BBC Sport.
Jadi kami ingin menghindari situasi mikroskopis. Konteks itu sangat penting. Ini adalah sepak bola, bukan PlayStation. Kita harus sangat berhati-hati,
tegas mantan wasit asal Italia tersebut.
Rosetti juga menekankan bahwa esensi kepemimpinan di lapangan harus dikembalikan penuh kepada sang pengadil utama.
"Wasit harus memimpin pertandingan. Ini adalah sesuatu yang penting bagi sepak bola, untuk situasi yang jelas dan kesalahan yang nyata," lanjutnya.
Kembalikan VAR ke Tujuan Awal dan Peran Utama Wasit

VAR (X/theMadridZone)
Salah satu sorotan utama UEFA adalah durasi peninjauan ulang yang memakan waktu terlalu lama dan sering kali diulang-ulang secara berlebihan.
Rosetti menilai peninjauan layar yang melebihi durasi 90 detik justru dapat merusak kredibilitas keputusan wasit.
Kami menyukai wasit dengan kepribadian kuat, mengambil keputusan di lapangan, dan VAR hanya mengintervensi untuk situasi yang jelas dan nyata,
tambah Rosetti.
Jadi gambar yang jelas tanpa terlalu banyak siaran ulang. Ini adalah sesuatu yang bagi kami sangat penting.
"Kami melihat bahwa beberapa peninjauan di lapangan tidak terhubung dengan sepak bola. Ini tentang kecepatan normal, konteks. Ini tentang sepak bola," sambungnya.
Baca Juga:
Luka Modric Bongkar Kesalahan AC Milan Musim Lalu yang Bikin Gagal ke Liga Champions
UEFA pun meluncurkan portal Clear Line sebagai panduan transparan agar semua pihak bisa memahami kapan VAR seharusnya mengintervensi atau tetap diam. Portal ini menyediakan pustaka video pembelajaran untuk mengedukasi publik secara terbuka.
"Ini bukan halaman web untuk wasit. Ini adalah ruang yang kami inginkan untuk Anda kunjungi setelah pertandingan Liga Champions untuk memeriksa bagaimana suatu insiden dibandingkan dengan pustaka ini. Ini untuk klub, untuk pemain, dan untuk para penggemar," pungkas Rosetti.