BolaSkor.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 awal September 2026. Ajang Jakarta Hybrid Race akan meramaikan ajang tersebut.
ISS 2026 akan dilangsungkan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 11-13 September 2026. Berbagai kegiatan akan digelar pada acara akbar itu.
Baca Juga:
Salah satu hal yang berbeda dari gelaran edisi sebelumnya ialah pada tahun ini akan dilangsungkan pula kompetisi kebugaran bertajuk Jakarta Hybrid Race.
Kami ingin menjadikan ISS ini sebagai suatu tempat di mana seluruh ekosistem olahraga akan berkumpul dan berinteraksi,
ucap Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa dalam konferensi pers yang dihadiri BolaSkor.com.
"Para peserta akan ikut delapan station, jaraknya setengah. Jadi, harusnya lebih ramai dan lebih seru, tetapi juga lebih cepat," katanya.
Dampak Nyata Pertumbuhan Industri Olahraga

Menpora Erick Thohir. (dok. Kemenpora)
Arlan mengungkapkan bahwa kompetisi kebugaran telah memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri olahraga.
Dia memberikan contoh hybrid race di China yang hadir pada 2024 dan terus berkembang hingga jumlah pesertanya mencapai 7.660 orang tahun ini dan nilai ekonominya mencapai Rp22 miliar.
Baca Juga:
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Full Team di FIFA ASEAN Cup
Kemenpora mengatakan siap mendukung penyelenggaraan Jakarta Hybrid Race lewat kolaborasi dengan sektor swasta, yakni 20FIT.
Kami hadir itu bukan hanya hadir dalam bentuk doa, tetapi hadir dalam bentuk dukungan keuangan, kemudahan pajak, dan segala macam,
terang Arlan.
Antusiasme Tinggi
Chief Operating Officer (COO) 20FIT, Novi Eastiyanto mengatakan bahwa dirinya bersyukur mendapat dukungan dari Kemenpora dalam penyelenggaraan ajang tersebut.
Novi mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan arena, program pelatihan, serta para pelatih dan standar prosedur operasional.
Baca Juga:
Incar 4 Emas di Asian Games 2026, Menpora Erick Berharap kepada 3 Cabor Ini
"Kami juga memberikan pilihan ke kita semua untuk mencoba berlatih sesuai dengan kebutuhan race dan sebagainya," ujarnya.
"Kami sadar di tahun ini antusiasmenya sangat luar biasa. Hampir semuanya dalam tanda kutip kefomoan atau migrasi, baik migrasi sementara ataupun migrasi seterusnya menjadi atlet hybrid race," lanjut Novi.
Dia mengatakan bahwa saat ini ada sejumlah sesi yang sudah sold out dan beberapa sesi lainnya hanya tersisa beberapa persen slot saja.