BolaSkor.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merespons maraknya kabar viral terkait aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan oleh sejumlah atlet tunarungu demi berlaga di kejuaraan internasional.
Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi pembinaan atlet disabilitas. Namun, ia menggarisbawahi bahwa penyaluran anggaran negara (APBN) harus tunduk pada regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga:
Kemenpora mencatat rencana keberangkatan para atlet tunarungu ke ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 di Penang yang diorganisir oleh Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin).
Kendati demikian, Budi menjelaskan bahwa federasi internasional yang menaungi olahraga tunarungu secara sah adalah International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Di Indonesia, organisasi yang terdaftar dan diakui secara resmi oleh ICSD adalah Indonesian Association of the Deaf Athlete (PATRIN).
Berdasarkan aturan, hanya organisasi olahraga yang merupakan anggota federasi cabor internasional yang diakui dan bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah,
ujar Budi dalam keterangan yang diterima BolaSkor.com.
Budi pun menyayangkan munculnya narasi yang menyudutkan pemerintah di media sosial. Pihaknya akan melakukan evaluasi objektif berlandaskan anggaran dasar ICSD serta hukum yang berlaku, sekaligus memperkuat tata kelola bersama Komite Paralimpik Nasional (NPC) Indonesia.
Daftar Isi
Komitmen Fasilitas dan Kesetaraan Bonus
Daftar Isi
Pada kesempatan yang sama, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengesampingkan prestasi atlet disabilitas.
Baca Juga:
Eks Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka, Erick Thohir Tegaskan Perlindungan Atlet
Dukungan nyata terus dialokasikan melalui pembangunan fasilitas modern Paralympic Training Center Indonesia di Jawa Tengah, hingga pembiayaan kontingen di ajang multidisiplin seperti ASEAN Para Games dan Asian Para Games.
Pemerintah juga memberikan dukungan finansial hingga penambahan bonus yang ditransfer langsung kepada para atlet yang berprestasi,
tegas Surono.