BolaSkor.com - Ketika berbicara soal negara-negara Asia di ajang Piala Dunia maka pembicaraan tak jauh dari dua negara, Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
Keduanya tuan rumah Piala Dunia 2002 dan Korsel sudah bermain 11 kali di Piala Dunia, menjadikan mereka sebagai salah satu negara berpengalaman jelang Piala Dunia 2026.
Pada 2002 itu juga menjadi pencapaian terbaik Korsel dalam sejarah Piala Dunia, dengan mencapai semifinal dan menempati peringkat empat.
Baca Juga:
Miliki Segalanya, Timnas Portugal Bisa Sukses di Piala Dunia 2026
Bintang Bulu Tangkis Dunia Harap Prancis Juara Piala Dunia 2026
Resmi! FIFA Larang Vuvuzela di Piala Dunia 2026, Suara Ikonik Tak Lagi Terdengar
Hong Myung-bo merupakan saksi hidup dari generasi 2002 yang kini menjadi pelatih Korsel.
Piala Dunia Ketujuh Hong
Sebagai pemain, penampilan pertama Hong di Piala Dunia terjadi pada 1990 pada usia 21 tahun, kemudian ia bermain pada 1994, 1998, dan 2002.
Pasca pensiun, Hong menjadi asisten pelatih Dick Advocaat di Piala Dunia 2006 dan kembali ke Piala Dunia pada 2014. Piala Dunia 2026 menjadi yang keenam bagi Hong.
"Ini (Piala Dunia) adalah impian setiap pemain. Sebagian besar pemain sepak bola mulai bermain karena mereka mencintai permainan ini," kata Hong di laman resmi FIFA.
Seiring perkembangan mereka, target biasanya adalah mewakili negara mereka dan, setelah berhasil, fokus mereka beralih ke Piala Dunia. Piala Dunia adalah impian setiap pemain sepak bola.
Semangat dari Generasi 2002
Korsel tidak pernah melangkah lebih dari semifinal sejak 2002 dan terakhir di Piala Dunia 2022 Qatar, berakhir di 16 besar.
"Dekade 1990-an merupakan periode yang sangat sulit bagi Korea karena krisis keuangan, dan pada tahun 2002 terasa seolah-olah negara itu baru saja keluar dari krisis tersebut," tambah Hong.
"Pada akhirnya, mampu membawa begitu banyak kegembiraan bagi negara kami sungguh sangat memuaskan."
"Piala Dunia 2002 menyatukan seluruh bangsa dan itu membuatnya sangat istimewa. Saya sangat bangga telah berkontribusi dalam hal itu sebagai pemain," imbuhnya.
Generasi 2002 Korsel menjadi inspirasi, tetapi Hong tak mau skuadnya kini terbebani dengan pencapaian pendahulunya tersebut. Hong hanya ingin Korsel menikmati momen bermain di Piala Dunia 2026 - tanpa rasa takut.
Akan sangat luar biasa jika para pemain dapat mengulangi kesuksesan itu, tetapi saya tidak ingin apa yang kami raih pada tahun 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini,
tambah Hong.
"Para pemain memahami tanggung jawab yang menyertai mewakili negara mereka, tetapi saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti," urainya.