Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hong Myung-bo, Pengalaman Piala Dunia, dan Generasi 2002 yang Menjadi Inspirasi Korsel

Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, berharap skuadnya bermain tanpa rasa takut di Piala Dunia 2026 dan menjadikan kesuksesan era 2002 sebagai motivasi.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 05 Juni 2026
Hong Myung-bo, Pengalaman Piala Dunia, dan Generasi 2002 yang Menjadi Inspirasi Korsel
Hong Myung-bo bersama skuad Korsel (Foto: FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika berbicara soal negara-negara Asia di ajang Piala Dunia maka pembicaraan tak jauh dari dua negara, Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Keduanya tuan rumah Piala Dunia 2002 dan Korsel sudah bermain 11 kali di Piala Dunia, menjadikan mereka sebagai salah satu negara berpengalaman jelang Piala Dunia 2026.

Pada 2002 itu juga menjadi pencapaian terbaik Korsel dalam sejarah Piala Dunia, dengan mencapai semifinal dan menempati peringkat empat.

Baca Juga:

Miliki Segalanya, Timnas Portugal Bisa Sukses di Piala Dunia 2026

Bintang Bulu Tangkis Dunia Harap Prancis Juara Piala Dunia 2026

Resmi! FIFA Larang Vuvuzela di Piala Dunia 2026, Suara Ikonik Tak Lagi Terdengar

Hong Myung-bo merupakan saksi hidup dari generasi 2002 yang kini menjadi pelatih Korsel.

Piala Dunia Ketujuh Hong

Hong Myung-bo bagian skuad Korsel pada 2002 (Foto: FIFA)

Sebagai pemain, penampilan pertama Hong di Piala Dunia terjadi pada 1990 pada usia 21 tahun, kemudian ia bermain pada 1994, 1998, dan 2002.

Pasca pensiun, Hong menjadi asisten pelatih Dick Advocaat di Piala Dunia 2006 dan kembali ke Piala Dunia pada 2014. Piala Dunia 2026 menjadi yang keenam bagi Hong.

"Ini (Piala Dunia) adalah impian setiap pemain. Sebagian besar pemain sepak bola mulai bermain karena mereka mencintai permainan ini," kata Hong di laman resmi FIFA.

Seiring perkembangan mereka, target biasanya adalah mewakili negara mereka dan, setelah berhasil, fokus mereka beralih ke Piala Dunia. Piala Dunia adalah impian setiap pemain sepak bola.

Semangat dari Generasi 2002

Korsel vs Italia pada Piala Dunia 2002 (Foto: FIFA)

Korsel tidak pernah melangkah lebih dari semifinal sejak 2002 dan terakhir di Piala Dunia 2022 Qatar, berakhir di 16 besar.

"Dekade 1990-an merupakan periode yang sangat sulit bagi Korea karena krisis keuangan, dan pada tahun 2002 terasa seolah-olah negara itu baru saja keluar dari krisis tersebut," tambah Hong.

"Pada akhirnya, mampu membawa begitu banyak kegembiraan bagi negara kami sungguh sangat memuaskan."

"Piala Dunia 2002 menyatukan seluruh bangsa dan itu membuatnya sangat istimewa. Saya sangat bangga telah berkontribusi dalam hal itu sebagai pemain," imbuhnya.

Generasi 2002 Korsel menjadi inspirasi, tetapi Hong tak mau skuadnya kini terbebani dengan pencapaian pendahulunya tersebut. Hong hanya ingin Korsel menikmati momen bermain di Piala Dunia 2026 - tanpa rasa takut.

Akan sangat luar biasa jika para pemain dapat mengulangi kesuksesan itu, tetapi saya tidak ingin apa yang kami raih pada tahun 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini,

tambah Hong.

"Para pemain memahami tanggung jawab yang menyertai mewakili negara mereka, tetapi saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti," urainya.

Korsel Timnas Korsel Hong Myung-Bo Piala Dunia 2026

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Sepp Blatter mengecam rencana Gianni Infantino menjual sebagian saham Piala Dunia. Menurutnya, sepak bola adalah milik rakyat, bukan investor.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Piala Dunia
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
FIFA membuka penyelidikan terhadap Argentina setelah Piala Dunia 2026. Insiden keributan final kontra Spanyol, pesan politik, hingga dugaan pelanggaran disiplin membuat Albiceleste terancam sanksi berat.
Johan Kristiandi - Kamis, 30 Juli 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Piala Dunia
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Gianni Infantino dikritik FA Inggris dan PM Andy Burnham setelah FIFA berencana menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor.
Arief Hadi - Rabu, 29 Juli 2026
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Liga Lain
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Vozinha harus mengganti nama di jersey setelah bergabung dengan Colo-Colo. Aturan Liga Cile melarang penggunaan nama panggilan dan memaksa kiper Cape Verde itu memakai nama asli.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Piala Dunia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Perseteruan FIFA dan UEFA kembali memanas setelah muncul rencana penjualan saham Piala Dunia senilai US$20 miliar. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Spanyol
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Javier Tebas mengecam respons Gianni Infantino terhadap kritik Piala Dunia 2026 dan menilai Presiden FIFA bersikap menyedihkan.
Arief Hadi - Selasa, 28 Juli 2026
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Piala Dunia
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Presiden FIFA Gianni Infantino melontarkan pesan tegas kepada para pengkritik kepemimpinannya.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Timnas
Aturan Baru Piala AFF 2026: Pakai VAR Penuh, Hitung Mundur 5 Detik, hingga Larangan Tutup Mulut
??Piala AFF 2026 mengadopsi aturan baru IFAB dan Piala Dunia 2026. Simak regulasi mengenai VAR penuh, hitung mundur 5 detik, hingga sanksi kartu merah.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 25 Juli 2026
Aturan Baru Piala AFF 2026: Pakai VAR Penuh, Hitung Mundur 5 Detik, hingga Larangan Tutup Mulut
Piala Dunia
Kontroversi Folarin Balogun Berlanjut, Norwegia Akan Ajukan Pengaduan Etik terhadap FIFA
Federasi Sepak Bola Norwegia mempertimbangkan langkah hukum terhadap FIFA menyusul keputusan kontroversial yang menangguhkan hukuman larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 25 Juli 2026
Kontroversi Folarin Balogun Berlanjut, Norwegia Akan Ajukan Pengaduan Etik terhadap FIFA
Piala Dunia
Lamine Yamal Jadi Kandidat Terkuat Peraih Ballon d’Or 2027
William Gallas memprediksi sosok ini yang menjadi peraih Ballon d’Or 2027.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 24 Juli 2026
Lamine Yamal Jadi Kandidat Terkuat Peraih Ballon d’Or 2027
Bagikan