BolaSkor.com - Kekalahan 0-3 Manchester United, di Old Trafford, melawan Manchester City merupakan titik nadir bagi klub yang sudah memenangi 20 titel Premier League. Red Devils tak berdaya, kalah level bermain, melawan rival sekota yang pernah mereka sebut sebagai 'tetangga berisik'.
Dua gol Erling Haaland (satu penalti) dan Phil Foden mempertegas dominasi Manchester Biru atas rival sekotanya. Itu didukung dengan fakta Man City era Pep Guardiola tujuh kali menang di Old Trafford.
Naik turun performa Man United besutan Erik ten Hag berlanjut dan kekalahan dari Man City menahbiskannya. Atmosfer negatif kembali meliputi Man United, baik itu dari pemberitaan media hingga pembicaraan di media sosial.
Sulit melihat sisi positif dari Man United saat ini. Bahkan, legenda Man United dan juga pandit sepak bola, Gary Neville, melihat akan sulit bagi angkatan terkenal 1992 Man United jika berada di skuad terkini.
Baca Juga:
Sederet Fakta Menarik dari Derby Manchester, Erling Haaland Ukir Rekor di Old Trafford
Man United 0-3 Man City: Kemenangan Ketujuh The Citizens di Old Trafford
Sir Bobby Charlton dan 10 Pahlawan Inggris di Piala Dunia 1966
Angkatan 1992 terkenal di Man United pada era Sir Alex Ferguson, Alumni dari akademi klub menjadi pemain di tim utama dan berandil pada kesuksesan klub seperti David Beckham, Nicky Butt, Gary Neville, Phil Neville, Ryan Giggs, dan Paul Scholes.
"Mereka ini (pemain Man United) bukanlah pemain-pemain buruk di ruang ganti, tapi ada perasaan rendah (pada moral) klub," kata Neville seperti dikutip dari Sky Sports.
"Jika kami (angkata 92) datang ke klub pada saat ini, dalam lingkungan seperti ini, kami tidak akan sukses."
"Betapa pun berbakatnya grup yang saya ikuti – Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes – jika mereka datang ke lingkungan ini hari ini, mereka akan siap menghadapi kegagalan. Jadi saya tidak menyalahkan para pemain ini lagi."
"Saya selalu berkata: jika anak-anak berperilaku buruk dan tidak disiplin selama bertahun-tahun, Anda akhirnya berpikir, 'Itu pasti datang dari atas'."
Neville tak bisa menyalahkan pemain atas keterpurukan tim, begitu juga pelatih, sebab ada budaya buruk di Man United saat ini.
"Erik ten Hag adalah pelatih yang fantastis, kita tahu itu, kita tidak dapat membantahnya. Jose Mourinho adalah pelatih yang fantastis, kita tidak dapat membantahnya. Yang harus kita bantah adalah mengapa mereka terus gagal di klub sepak bola ini. Jawaban pertanyaan itu," tambah Neville.
"Ini bukan karena satu pemain, atau kemampuan (manajerial) mereka. Mereka semua bisa mengambil tanggung jawab, obatnya dan berkata, 'Saya tidak mencapai apa yang ingin saya capai'. Tapi ini soal kegagalan budaya, dan hanya itu saja."
"Ada benang budaya negatif dan toksik yang ada di dalam klub ini yang tidak akan hilang. Dan tim ini kesulitan (dalam kemenangan mereka) melawan Brentford, Copenhagen, dan Sheffield United."
"Saya tidak tahu bagaimana akhirnya. Man City, Liverpool, Arsenal, Tottenham, Aston Villa, semuanya dijalankan dengan cukup baik sekarang dari atas ke bawah. Manchester United bukanlah klub sepak bola yang dikelola dengan baik dan pemiliknya adalah masalahnya," pungkas Neville.