Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Angkat Koper Dini di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo dan Skuad Korsel Jadi Sasaran Amarah Fans di Bandara

Hong Myung-bo dan skuad Korea Selatan disambut amarah suporter di Bandara Incheon usai tersingkir dini dari Piala Dunia 2026. Son Heung-min meminta maaf.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 30 Juni 2026
Angkat Koper Dini di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo dan Skuad Korsel Jadi Sasaran Amarah Fans di Bandara
Hong Myung-bo tiba di Bandara Incheon (Foto: Korea JoongAng Daily)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Timnas Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dini di babak grup Piala Dunia 2026.

Kepulangan skuad berjuluk Taegeuk Warriors ini pun langsung disambut dengan gelombang amarah dan kekecewaan mendalam dari para suporter setianya.

Mantan pelatih kepala, Hong Myung-bo, bersama delapan pemain mendarat di Bandara Internasional Incheon pada Selasa pagi waktu setempat.

Meskipun tiba pada dini hari sekitar pukul 3 hingga 4 pagi, suasana bandara langsung berubah menjadi ricuh akibat kepungan puluhan fans dan YouTuber.

Baca Juga:

Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026

Rumor Pemain Baru Persija: Dua Bek Eropa dan Eks Timnas Korsel Merapat

Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang

Begitu Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya, muncul di aula kedatangan, sorakan penuh makian langsung menggema.

Para suporter yang meradang meluapkan kesal secara frontal kepada pria yang dilaporkan mengantongi kontrak bernilai 2 miliar won tersebut.

"Hong Myung-bo, keluar dari Korea. Hong Myung-bo, kamu harus tahu malu," demikian teriakan fans di Bandara Internasional Incheon.

"Kembalikan 2 miliar won itu," serta "Hong Myung-bo, kembalikan uangnya dan pergi," teriak para penggemar yang marah di tengah kawalan ketat pihak keamanan.

Pembatalan Acara Resmi dan Kericuhan di Bandara

Hong
Hong Myung-bo (Chosun)

Situasi yang terus memanas membuat pihak kepolisian dan petugas bandara terpaksa mengawal ketat Hong untuk segera meninggalkan terminal menggunakan mobil jemputan.

Kemarahan suporter juga menyasar Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), Chung Mong-gyu, yang dilempari potongan tulang kunyah anjing oleh salah satu fan.

Akibat adanya ancaman pembunuhan secara daring yang menargetkan Hong Myung-bo, KFA secara mendadak membatalkan acara penyambutan resmi dan konferensi pers.

Ini menjadi momen pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002 di mana timnas Korsel pulang dari turnamen luar negeri tanpa adanya resepsi resmi di bandara.

Kegagalan di edisi 48 tim ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan di Piala Dunia setelah finis di peringkat ke-34 secara keseluruhan.

Mereka hanya mampu bertengger di posisi ketiga Grup A dengan raihan tiga poin, hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan.

Permohonan Maaf dan Janji Kapten Son Heung-min

Kapten
Kapten Korsel, Son Heung-min (Foto: FIFA)

Di tengah situasi pelik tersebut, kapten tim nasional Korea Selatan yang kini merumput bersama Los Angeles FC, Son Heung-min, memilih menyampaikan pesan emosional melalui media sosialnya.

Pemain yang akan menginjak usia 34 tahun bulan depan itu meminta maaf dengan tulus atas hasil memilukan ini.

"Saya sejujurnya tidak tahu harus mulai dari mana. Saya tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa, dan saya tidak ingin lari dari kenyataan," tulis Son melalui akun Instagram pribadinya.

"Pertama dan terpenting, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Korea Selatan dan kepada semua penggemar yang telah mendukung dan mencintai tim nasional sepak bola kami. Sejujurnya, bahkan sekarang, tidak mudah untuk menerima kenyataan ini."

"Daripada mencoba mengekspresikan semuanya dengan kata-kata sekarang, saya akan melakukan semua yang saya bisa, dari tempat saya berdiri, untuk memenangkan kembali hati masyarakat Korea Selatan dan penggemar sepak bola."

"Saya akan bertarung dengan semua yang saya miliki untuk membawa kegembiraan bagi Anda lagi," tutup Son penuh komitmen.

Korsel Timnas Korsel Son heung-min Hong Myung-Bo Piala Dunia 2026

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Sepp Blatter mengecam rencana Gianni Infantino menjual sebagian saham Piala Dunia. Menurutnya, sepak bola adalah milik rakyat, bukan investor.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Piala Dunia
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
FIFA membuka penyelidikan terhadap Argentina setelah Piala Dunia 2026. Insiden keributan final kontra Spanyol, pesan politik, hingga dugaan pelanggaran disiplin membuat Albiceleste terancam sanksi berat.
Johan Kristiandi - Kamis, 30 Juli 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Piala Dunia
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Gianni Infantino dikritik FA Inggris dan PM Andy Burnham setelah FIFA berencana menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor.
Arief Hadi - Rabu, 29 Juli 2026
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Liga Lain
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Vozinha harus mengganti nama di jersey setelah bergabung dengan Colo-Colo. Aturan Liga Cile melarang penggunaan nama panggilan dan memaksa kiper Cape Verde itu memakai nama asli.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Piala Dunia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Perseteruan FIFA dan UEFA kembali memanas setelah muncul rencana penjualan saham Piala Dunia senilai US$20 miliar. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Spanyol
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Javier Tebas mengecam respons Gianni Infantino terhadap kritik Piala Dunia 2026 dan menilai Presiden FIFA bersikap menyedihkan.
Arief Hadi - Selasa, 28 Juli 2026
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Piala Dunia
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Presiden FIFA Gianni Infantino melontarkan pesan tegas kepada para pengkritik kepemimpinannya.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Timnas
Aturan Baru Piala AFF 2026: Pakai VAR Penuh, Hitung Mundur 5 Detik, hingga Larangan Tutup Mulut
??Piala AFF 2026 mengadopsi aturan baru IFAB dan Piala Dunia 2026. Simak regulasi mengenai VAR penuh, hitung mundur 5 detik, hingga sanksi kartu merah.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 25 Juli 2026
Aturan Baru Piala AFF 2026: Pakai VAR Penuh, Hitung Mundur 5 Detik, hingga Larangan Tutup Mulut
Piala Dunia
Kontroversi Folarin Balogun Berlanjut, Norwegia Akan Ajukan Pengaduan Etik terhadap FIFA
Federasi Sepak Bola Norwegia mempertimbangkan langkah hukum terhadap FIFA menyusul keputusan kontroversial yang menangguhkan hukuman larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 25 Juli 2026
Kontroversi Folarin Balogun Berlanjut, Norwegia Akan Ajukan Pengaduan Etik terhadap FIFA
Piala Dunia
Lamine Yamal Jadi Kandidat Terkuat Peraih Ballon d’Or 2027
William Gallas memprediksi sosok ini yang menjadi peraih Ballon d’Or 2027.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 24 Juli 2026
Lamine Yamal Jadi Kandidat Terkuat Peraih Ballon d’Or 2027
Bagikan