BolaSkor.com - Timnas Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dini di babak grup Piala Dunia 2026.
Kepulangan skuad berjuluk Taegeuk Warriors ini pun langsung disambut dengan gelombang amarah dan kekecewaan mendalam dari para suporter setianya.
Mantan pelatih kepala, Hong Myung-bo, bersama delapan pemain mendarat di Bandara Internasional Incheon pada Selasa pagi waktu setempat.
Meskipun tiba pada dini hari sekitar pukul 3 hingga 4 pagi, suasana bandara langsung berubah menjadi ricuh akibat kepungan puluhan fans dan YouTuber.
Baca Juga:
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026
Rumor Pemain Baru Persija: Dua Bek Eropa dan Eks Timnas Korsel Merapat
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Begitu Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya, muncul di aula kedatangan, sorakan penuh makian langsung menggema.
Para suporter yang meradang meluapkan kesal secara frontal kepada pria yang dilaporkan mengantongi kontrak bernilai 2 miliar won tersebut.
"Hong Myung-bo, keluar dari Korea. Hong Myung-bo, kamu harus tahu malu," demikian teriakan fans di Bandara Internasional Incheon.
"Kembalikan 2 miliar won itu," serta "Hong Myung-bo, kembalikan uangnya dan pergi," teriak para penggemar yang marah di tengah kawalan ketat pihak keamanan.
Pembatalan Acara Resmi dan Kericuhan di Bandara

Hong Myung-bo (Chosun)
Situasi yang terus memanas membuat pihak kepolisian dan petugas bandara terpaksa mengawal ketat Hong untuk segera meninggalkan terminal menggunakan mobil jemputan.
Kemarahan suporter juga menyasar Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), Chung Mong-gyu, yang dilempari potongan tulang kunyah anjing oleh salah satu fan.
Akibat adanya ancaman pembunuhan secara daring yang menargetkan Hong Myung-bo, KFA secara mendadak membatalkan acara penyambutan resmi dan konferensi pers.
Ini menjadi momen pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002 di mana timnas Korsel pulang dari turnamen luar negeri tanpa adanya resepsi resmi di bandara.
Kegagalan di edisi 48 tim ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan di Piala Dunia setelah finis di peringkat ke-34 secara keseluruhan.
Mereka hanya mampu bertengger di posisi ketiga Grup A dengan raihan tiga poin, hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan.
Permohonan Maaf dan Janji Kapten Son Heung-min
Kapten Korsel, Son Heung-min (Foto: FIFA)
Di tengah situasi pelik tersebut, kapten tim nasional Korea Selatan yang kini merumput bersama Los Angeles FC, Son Heung-min, memilih menyampaikan pesan emosional melalui media sosialnya.
Pemain yang akan menginjak usia 34 tahun bulan depan itu meminta maaf dengan tulus atas hasil memilukan ini.
"Saya sejujurnya tidak tahu harus mulai dari mana. Saya tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa, dan saya tidak ingin lari dari kenyataan," tulis Son melalui akun Instagram pribadinya.
"Pertama dan terpenting, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Korea Selatan dan kepada semua penggemar yang telah mendukung dan mencintai tim nasional sepak bola kami. Sejujurnya, bahkan sekarang, tidak mudah untuk menerima kenyataan ini."
"Daripada mencoba mengekspresikan semuanya dengan kata-kata sekarang, saya akan melakukan semua yang saya bisa, dari tempat saya berdiri, untuk memenangkan kembali hati masyarakat Korea Selatan dan penggemar sepak bola."
"Saya akan bertarung dengan semua yang saya miliki untuk membawa kegembiraan bagi Anda lagi," tutup Son penuh komitmen.