BolaSkor.com - Park Ji-sung melontarkan kritik terhadap penampilan timnas Korea Selatan setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026, Kamis (25/6) WIB.
Menurut Park, yang pernah membela Manchester United, performa Taegeuk Warriors mengingatkannya pada penampilan mengecewakan di Piala Dunia 2014. Ketika itu Korsel gagal lolos dari fase grup.
Baca Juga:
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Meski Korsel masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik, Park mengaku belum yakin tim ini mampu melangkah jauh jika tidak segera memperbaiki permainannya.
"Saya pikir kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah ini benar-benar pertandingan yang ingin kita menangkan," ujar Park.
Saya tidak melihat rencana yang jelas dalam membangun serangan. Masalah ini terus muncul sepanjang turnamen. Rasanya ada beberapa aspek penting yang terlewat selama proses persiapan.
Dalam laga melawan Afsel, Korsel memulai pertandingan tanpa kapten Son Heung-min yang berada di bangku cadangan.
Kenangan Pahit 2014

Sebelumnya, Korsel mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Namun setelah itu, mereka gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun, kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan.
Rangkaian hasil tersebut membuat Park teringat pada pengalaman pahit di Piala Dunia 2014. Saat itu, Korsel hanya meraih satu hasil imbang dan menelan dua kekalahan sehingga harus tersingkir di fase grup.
"Kami memiliki waktu yang panjang untuk mengevaluasi apa yang salah pada Piala Dunia 2014," kata Park.
"Namun kali ini, proses persiapan dan hasil yang kami dapatkan terasa seperti mengulang cerita yang sama."
"Memang masih ada kemungkinan lolos ke babak 32 besar. Tetapi dengan level permainan seperti sekarang, saya tidak yakin kami bisa menampilkan performa yang cukup baik di fase tersebut," tutupnya.