Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Camp Nou, Kamis (18/9) dini hari WIB, Los Cules tampil mendominasi. Pasukan Luis Enrique itu mampu mencatatkan 72 persen ball possession, berbanding 28 persen milik APOEL. Tak hanya itu, El Barca juga berhasil melepaskan enam sepakan on target dari 17 kali kesempatan. Sementara APOEL hanya mendapatkan satu peluang bagus dari empat kali tembakan. Meski terus menggempur pertahanan tim tamu, namun Barca hanya menang tipis 0-1 dari APOEL. Gol tunggal kemenangan Blaugrana dicetak oleh Gerard Pique di menit ke-28. Tendangan bebas Lionel Messi sukses dikonversikan Pique menjadi gol dengan sundulan. "Kami dibuat menderita. Kami tidak dapat mengalirkan bola yang seperti biasa kami mainkan dan itu sulit bagi kami. Mereka tampil sangat baik saat bertahan," kata Xavi seperti dilansir Goal. "Ketika semuanya berjalan tidak sesuai dengan keinginan Anda dan melewatkan peluang, lawan Anda semakin yakin dan pada akhirnya itu adalah laga sulit bagi kami. Namun, kami mendapatkan tiga poin yang kami butuhkan. Saya sangat senang bisa tampil sebagai starter," sambungnya. Hasil positif ini membuat Barcelona berhak memuncaki Grup F dengan nilai tiga. Mereka unggul dua angka atas Paris Saint-Germain yang berada di bawahnya. PSG hanya mampu memetik satu angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Ajax Amsterdam.
Xavi Akui Barca Kerepotan Kalahkan APOEL
BolaSkor - Kamis, 18 September 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 30 September 2026
Kekhawatiran Barcelona Jadi Kenyataan, Raphinha Cedera kala Membela Timnas Brasil
Senin, 28 September 2026
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Minggu, 27 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Serbia vs Belanda: Sama-sama Mencari Kemenangan Pertama
Kamis, 24 September 2026
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Kamis, 24 September 2026
Virgil van Dijk Dituding Pengaruhi Taktik Belanda di Piala Dunia 2026, Apa Benar?
Kamis, 24 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Belanda vs Jerman: Perang Strategi Pelatih Baru
Selasa, 22 September 2026
Belanda di Era Xavi Hernandez: Intens, Passion, dan Ritme Tinggi
Senin, 21 September 2026
Barcelona Khawatir Raphinha Pergi Bela Timnas Brasil, Mengapa?
Senin, 21 September 2026
Portofolio Bisnis Lionel Messi: dari Properti, Lelang Karya Digital, hingga Rumah Sakit Anak
Minggu, 20 September 2026
Klasemen Sementara LaLiga 2026/2027 Setelah Barcelona Menang di Markas Sevilla
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026