BolaSkor.com - Aston Villa harus kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) di ajang Piala Super Eropa 2026. Meski gagal membawa Villa meraih trofi, Brian Madjo justru mencuri perhatian lewat gol sekaligus rekor istimewa pada debut resminya.
Penyerang berusia 17 tahun itu menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Madjo dipercaya Unai Emery tampil sebagai starter dalam laga yang sekaligus menjadi debut kompetitifnya bersama Aston Villa.
Baca Juga:
Hasil PSG vs Aston Villa: Unggul Tipis, Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Rating Pemain PSG vs Aston Villa: Cetak Gol dan Assist, Desire Doue Jadi yang Terbaik
5 Statistik Menarik Usai PSG Juara Piala Super Eropa: Les Parisiens Ikuti Jejak Milan dan Madrid
Sempat mendapatkan beberapa peluang, pemain dengan tinggi 193 cm tersebut akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45.
Gol ke gawang PSG terasa semakin spesial bagi Madjo karena lahir ketika dirinya berusia 17 tahun 212 hari.
Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah mencetak gol dalam sejarah Piala Super Eropa.
Cetak Gol di SUGBK

Performa Madjo sebenarnya sudah mencuri perhatian selama pramusim. Ia mencetak gol ketika Aston Villa menghadapi Indonesia All-Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno, akhir Juli lalu.
Penampilan tersebut turut meyakinkan Emery untuk memberinya kesempatan lebih besar, terutama ketika Tammy Abraham belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik.
Kini, Madjo membayar kepercayaan tersebut dengan gol pada panggung besar Eropa.
Siapa Brian Madjo?
Brian Djomeni Madjo lahir di Enfield, Inggris, pada 12 Januari 2009. Ia memiliki darah Kamerun dari kedua orang tuanya dan menghabiskan sebagian masa kecilnya di Luksemburg.
Madjo mengawali perjalanan sepak bolanya di Luksemburg bersama Marisca Mersch dan RU Luxembourg sebelum bergabung dengan Metz pada 2023.
Ia kemudian menjalani debut tim utama Metz ketika menghadapi Strasbourg pada Agustus 2025.
Aston Villa merekrut Madjo dari Metz pada Januari 2026 dengan nilai transfer sekitar 10 juta poundsterling.
Berposisi sebagai penyerang tengah, posturnya yang mencapai 193 cm menjadi salah satu keunggulan yang membuatnya menarik perhatian.
Kombinasi kekuatan fisik, postur tinggi, dan kemampuan teknis membuat Madjo bahkan mulai dibandingkan dengan striker seperti Romelu Lukaku.
Transfer Sempat Bermasalah

Perjalanan Madjo menuju debut kompetitif bersama Villa sempat menghadapi kendala.
FIFA sebelumnya tidak mengizinkan Aston Villa mendaftarkannya karena aturan mengenai transfer internasional pemain di bawah usia 18 tahun.
Namun, status Madjo sebagai pemain kelahiran London dan pemegang paspor Inggris menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang menguntungkan Aston Villa pada 4 Agustus 2026.
Setelah persoalan tersebut terselesaikan, Madjo akhirnya mendapat kesempatan tampil di pertandingan kompetitif.
Dari Luksemburg ke Inggris
Madjo juga memiliki perjalanan menarik di level internasional.
Ia sempat memperkuat Luksemburg sebanyak tiga kali pada 2025. Karena pertandingan tersebut bukan laga kompetitif, Madjo masih memiliki kesempatan berganti negara yang dibelanya.
Setelah itu, ia memilih memperkuat Inggris dan sudah sembilan kali tampil bersama timnas Inggris U-17 dengan torehan empat gol.
Madjo secara teoritis memiliki peluang membela Kamerun karena memiliki darah dari negara Afrika tersebut.
Ayahnya, Guy Madjo, adalah seorang pemain sepak bola yang pernah bermain di liga-liga bawah Inggris.
Daftar Pencetak Gol Termuda di Piala Super Eropa
- 17 tahun 212 hari: Brian Madjo (Aston Villa, 2026)
- 19 tahun 220 hari: Patrick Kluivert (Ajax, 1996)
- 20 tahun 201 hari: Marco Asensio (Real Madrid, 2016)
- 20 tahun 321 hari: David Fairclough (Liverpool, 1977)
- 20 tahun 334 hari: John Arne Riise (Liverpool, 2001)