Radja Nainggolan sendiri memang pemain sepak bola kelahiran Belgia, namun ia memiliki darah batak yang kental dari Indonesia. Pada usia 11 tahun, Radja sudah ditarik ke Germinal Beerschot. Pria bertinggi 177 cm ini sempat menjadi top skorer di Liga Belgia tersebut.
Empat tahun kemudian pada 2005, Radja ditarik dari Germinal Beeschot ke Piacenza, bersama Didier N'Dagano. Ketika itu ia ditawari kontrak dua tahun.
Nainggolan mencatat debut internasionalnya ketika menghadapi Chile di Piala Kirin pada 29 Mei 2009. Sejak 2010, Radja Nainggolan pindah dari Piacenza menuju Cagliari. Di awal tahun 2014 Radja kembali berganti klub dan kini mengenakan seragam klub ibu kota Italia, AS Roma.
Radja Nainggolan sendiri memang pemain sepak bola kelahiran Belgia, namun ia memiliki darah batak yang kental dari Indonesia. Pada usia 11 tahun, Radja sudah ditarik ke Germinal Beerschot. Pria bertinggi 177 cm ini sempat menjadi top skorer di Liga Belgia tersebut.
Empat tahun kemudian pada 2005, Radja ditarik dari Germinal Beeschot ke Piacenza, bersama Didier N'Dagano. Ketika itu ia ditawari kontrak dua tahun.
Nainggolan mencatat debut internasionalnya ketika menghadapi Chile di Piala Kirin pada 29 Mei 2009. Sejak 2010, Radja Nainggolan pindah dari Piacenza menuju Cagliari. Di awal tahun 2014 Radja kembali berganti klub dan kini mengenakan seragam klub ibu kota Italia, AS Roma.