Klaim Prandelli tersebut tak bisa dilepaskan dari banyaknya pemain, termasuk dari pihak Inggris, yang mengalami cedera kram. FIFA memutuskan untuk tidak memberikan banyak kesempatan kepada pemain memulihkan kondisi mereka. "Gila saja kami tak mendapatkan jeda waktu karena kondisi ini," kata Prandelli, Minggu (15/6). "Jika mereka ingin pertandingan yang bagus, mereka harusnya memberikan pemain kesempatan untuk memulihkan diri." Menurut Prandelli, tak mungkin bisa mempertahankan level intensitas bermain bila peraturan itu dijalankan secara kaku. Kondisi itu sangat berpengaruh pada tim. Namun ia mengaku beruntung Italia mampu mempertahankan level permainannya dan akhirnya keluar menjadi pemenang. "Kami sudah bekerja dengan baik di latihan dan hasilnya terlihat, karena di pertengahan laga, pemain banyak yang kram. Itu berarti kerja keras kami terbayar," ungkapnya. "Kami sudah banyak bekerja keras dan dengan cara yang bagus. Kami tak akan pernah menjadi tim dengan serangan balik cepat, tapi kami punya pemain dengan kualitas dan kami harus memaksimalkan keuntungan ini," tandasnya.
Prandelli Minta FIFA Tak Terlalu Kaku
BolaSkor - Minggu, 15 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 24 Agustus 2026
Pemilihan Presiden FIFA 2027: Ceferin Enggan Maju, Manuver Infantino Berlanjut ke Negara Kecil
Sabtu, 22 Agustus 2026
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Kamis, 20 Agustus 2026
Tidak Hadir di Final Piala Dunia Putri U-17, Presiden FIFA Justru Berada di Turnamen Padel
Selasa, 18 Agustus 2026
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
Sabtu, 15 Agustus 2026
Bangladesh Bersedia Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026
Selasa, 11 Agustus 2026
Persoalan Administrasi dengan Robert Rene Alberts, Persib Kembali disanksi FIFA
Senin, 10 Agustus 2026
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
Minggu, 09 Agustus 2026
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
Sabtu, 08 Agustus 2026
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
Jumat, 07 Agustus 2026
Infantino Dapat Dukungan Penuh Afrika, CAF Jadi Sekutu di Tengah Gelombang Penolakan
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026