Klaim Prandelli tersebut tak bisa dilepaskan dari banyaknya pemain, termasuk dari pihak Inggris, yang mengalami cedera kram. FIFA memutuskan untuk tidak memberikan banyak kesempatan kepada pemain memulihkan kondisi mereka. "Gila saja kami tak mendapatkan jeda waktu karena kondisi ini," kata Prandelli, Minggu (15/6). "Jika mereka ingin pertandingan yang bagus, mereka harusnya memberikan pemain kesempatan untuk memulihkan diri." Menurut Prandelli, tak mungkin bisa mempertahankan level intensitas bermain bila peraturan itu dijalankan secara kaku. Kondisi itu sangat berpengaruh pada tim. Namun ia mengaku beruntung Italia mampu mempertahankan level permainannya dan akhirnya keluar menjadi pemenang. "Kami sudah bekerja dengan baik di latihan dan hasilnya terlihat, karena di pertengahan laga, pemain banyak yang kram. Itu berarti kerja keras kami terbayar," ungkapnya. "Kami sudah banyak bekerja keras dan dengan cara yang bagus. Kami tak akan pernah menjadi tim dengan serangan balik cepat, tapi kami punya pemain dengan kualitas dan kami harus memaksimalkan keuntungan ini," tandasnya.
Prandelli Minta FIFA Tak Terlalu Kaku
BolaSkor - Minggu, 15 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 20 Juni 2026
Istvan Kovacs, Wasit yang Akan Mengenakan Seragam Spesial pada Laga Jepang vs Tunisia
Rabu, 17 Juni 2026
Presiden FIFA Puji Kehebatan Messi Usai Jadi Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia
Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Jumat, 12 Juni 2026
Kalahkan Oman dan Mozambik, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 4 Tingkat
Kamis, 11 Juni 2026
Informasi Seputar Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Tanggapi Kontroversi Visa Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA: Tenang Saja, Tak Usah Panik
Rabu, 10 Juni 2026
Pecahkan Rekor, Wasit Piala Dunia 2026 Akan Kantongi Rp1,7 Miliar Plus Bonus
Selasa, 09 Juni 2026
Piala Dunia 2026: AS Diklaim Cabut Alokasi Tiket Piala Dunia untuk Suporter Iran
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026