BolaSkor.com - Satu era tidak akan abadi atau bertahan selamanya. Semisal saat ini di Liverpool, sepeninggal era Jurgen Klopp dan pemain yang satu demi satu pergi.
Sebelumnya, pemain seperti Sadio Mane, Roberto Firmino, Luis Diaz, hingga Trent Alexander-Arnold pergi. Menyusul keduanya di akhir musim ini adalah Andy Robertson dan Mohamed Salah.
Keduanya pergi membuka jalan bagi pemain lain, melanjutkan revolusi Liverpool yang kini ditangani oleh Arne Slot.
Baca Juga:
Michael Carrick Menikmati Rivalitas Spesial Manchester United vs Liverpool
Dua Rekor Sepanjang Masa yang Bisa Dipecahkan Bruno Fernandes di Laga Manchester United vs Liverpool
3 Alasan Manchester United Akan Menghantam Liverpool di Old Trafford
Terlebih usia mereka tak lagi muda. Mo Salah, 33 tahun, sudah memperkuat Liverpool sejak 2017 dan meraih sukses memenangi trofi serta berstatus legenda klub dengan banyaknya rekor yang dipecahkan.
Penuaan Tidak Bisa Dilawan
Bukan rahasia umum lagi, performa Mo Salah juga menurun drastis musim ini dibanding musim lalu kala membantu Liverpool juara Premier League.
Sejauh ini, Mo Salah sudah mencetak 257 gol dari 435 laga dengan Liverpool. Kepergiannya juga tak terhindarkan.
Menurut pandit sepak bola yang notabene legenda Manchester United, Wayne Rooney, faktor menurunnya performa Mo Salah tidak lepas dari usia yang bertambah atau penuaan.
Berkaca dari penghujung kariernya di Man United, Rooney melihat Mo Salah dengan nasib yang sama di Liverpool dan itu juga bisa terjadi kepada Virgil van Dijk.
Arne Slot dan Virgil van Dijk (Laman Resmi Liverpool)
"Saya rasa itu terjadi pada Salah musim ini dan Virgil van Dijk tidak sama seperti musim sebelumnya," papar Rooney dikutip dari Mirror.
"Mereka adalah pemimpin di ruang ganti. Sulit bagi pemain lain untuk pergi dan meninggalkan jejak mereka atau menjadi pemimpin."
"Saya rasa dia (Van Dijk) tidak akan (pergi) tetapi Anda telah melihat pemain yang bertahan terlalu lama di sana."
"Hal tersulit bagi seorang pemain adalah memahami bahwa Anda mungkin tidak berada di level yang sama seperti dulu."
"Saya mengalaminya di Manchester United ketika Zlatan Ibrahimovic datang dan saya tidak bermain. Saya ingin bermain jadi saya langsung pergi. Saya menerimanya," urai Rooney.