Football

Sport

Feature

Result

Show

Internasional

Opini: Italia Memang Tak Layak ke Piala Dunia

Yusuf Abdillah - Kamis, 16 November 2017

BolaSkor.com - Saat Italia dipastikan gagal meraih tiket ke Piala Dunia 2018 di Rusia, seketika muncul kata "The Apocalypse" alias kiamat.
Stadion San Siro di Kota Milan menjadi saksi bersejarah bagaimana tak berdayanya pasukan biru Italia saat berhadapan pasukan kuning Swedia. Benteng Swedia terlalu kokoh dihantam armada Italia.

Gianluigi Buffon tak kuasa menahan tangisan. Publik Italia tak siap menghadapi kenyataan buruk ini meski di atas lapangan pasukan Gian Piero Ventura memang pantas menerima hasil imbang.

Dalam memori publik Italia, termasuk pelatih dan para pemain, mereka pasti akan terbang ke Rusia. Karena memang Italia selalu lolos. Di sini letak masalahnya. Belakangan, barulah terlihat sinyal kegagalan itu sejatinya sudah ada jauh sebelum tragedi di San Siro.

Di Euro 2016, Italia tampil apik hingga bisa menembus perempat final sebelum dihentikan Jerman lewat adu penalti. Di bawah Antonio Conte, Italia tampil militan, selalu merepotkan lawan meski dengan skuat yang dihuni pemain yang terbilang medioker.

Penampilan apik di bawah Conte seakan menutupi borok Italia. Bahkan bukan mustahil jika Conte memilih melepas jabatannya sebagai pelatih karena dia melihat kondisi sebenarnya.

Jika Italia mendapatkan pelatih yang memiliki kemampuan menyulap tim seperti Conte tentu masalah masih bisa ditambal. Tapi, Italia justru memilih pelatih berusia 68 tahun bernama Gian Piero Ventura. Sinyal kegagalan seharusnya sudah bisa terbaca saat ini.

Kegagalan Italia semestinya bisa dihindarkan. Saat ini Italia memiliki skuat jauh lebih baik ketimbang era Conte. Namun, sinyal awal saat penunjukan Ventura seakan dilewatkan. Saat undian grup kualifikasi Piala Dunia. Ketika Italia mendapati akan satu grup dengan Spanyol, Ventura mengatakan Italia akan lolos ke Piala Dunia tapi tidak lewat kualifikasi grup, melainkan melalui playoff. Ini melukiskan sosok seorang Ventura.

Di atas lapangan Ventura berkeras memainkan pola 4-2-4 meski semua pihak tahu bahwa dengan komposisi yang ada Italia akan berbahaya jika memainkan 4-3-3. Setelah sistemnya gagal meloloskan Italia lewat kualifikasi, Ventura kemudian mengembalikan pola permainan yang dipakai Conte, 3-5-2. Tentu saja pola tersebut akan berjalan jika memang itu timnya Conte. Italia seperti tanpa identitas ketika di bawah Ventura.

Menyimak perjalanan minor di kualifikasi, Italia sebenarnya sudah beruntung masih bisa berkesempatan ke Piala Dunia lewat play off. Mereka bahkan tak bisa menang melawan tim sekelas Makedonia di depan publik sendiri.

Sinyal selanjutnya saat playoff itu sendiri. Italia terlihat kurang tajam. Berbeda dengan Conte, Ventura memiliki banyak pilihan di lini serang. Yang jadi masalah, barisan penyerang muda Italia ada di bangku cadangan, bukan di atas lapangan. Sangat aneh memang saat Italia butuh gol, Ventura memilih menyimpan Lorenzo Insigne, Andrea Belotti, dan Stephan El Shaarawy di bangku cadangan.

Italia perlu perombakan. Grafik penampilan mereka, bahkan setelah menjadi juara Piala Dunia 2006, selalu mengarah ke bawah. Di luar penampilan cemerlang di Euro 2016, Italia hanya mencatat satu kemenangan di enam laga terakhir mereka di Piala Dunia. Italia gagal lolos dari fase grup pada dua Piala Dunia beruntun, 2010 dan 2014.

Melihat perjalanan di kualifikasi, Italia memang tak layak lolos ke Piala Dunia 2018. Mereka memang pantas tersingkir. Kualitas Italia, terutama di tangan Ventura, hanya cukup sampai playoff, bukan ke Rusia 2018. (Yusuf Abdillah)

Baca Artikel Asli