Roberto Mancini mengklaim, kesuksesan La Beneamata di era Jose Mourinho adalah berkat upaya kerasnya dalam membangun tim periode 2004 hingga 2008. Itu sebabnya, Inter sukses merengkuh tiga gelar di musim 2009-10 termasuk trofi Liga Champions. “Mourinho memenangkan Liga Champions karena dia mendapat tim bagus. Dia mengambil tim itu, seperti Manchester City, saya telah bangun, sebuah tim yang punya mental kuat. Ketika saya pergi ke Inter, mereka memainkan sepak bola yang buruk dan kami mengubah ini,” kata Mancini seperti dilansir Mirror. Tak terima dengan pernyataan Mancini, The Special One pun membalas dengan nada mencibir. “Pfft. Ini lucu, ini lucu. Ini lucu karena tim saya di final ada Lucio, Motta, Milito, Eto’o, Pandev dan Sneijder. Dari 11 pemain, dia tidak bekerja dengan enam di antara mereka. Jadi dia punya lima pemain di tim karena saya bermain dengan hanya lima pemain dari timnya!” Perseteruan ini diprediksi akan terus berlanjut. Pasalnya kedua tim yang mereka besut saat ini akan saling bertarung di leg pertama perdelapan final Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari WIB. Namun bukan lagi tentang siapa yang membangun tim, tapi siapa yang terbaik di antara mereka.
Mourinho: Lucunya Mancini!
BolaSkor - Rabu, 26 Februari 2014
- #Chelsea
- #Babak 16 Besar Liga Champions
- #Jose Mourinho
- #Galatasaray Vs Chelsea
- #Roberto Mancini
- #Galatasaray
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 29 September 2026
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Sabtu, 26 September 2026
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Sabtu, 26 September 2026
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Kamis, 24 September 2026
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Kamis, 24 September 2026
Carlo Ancelotti Sindir Real Madrid soal Waktu Bermain Endrick
Rabu, 23 September 2026
Dimulai dari Nol Pasca Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Italia Harus Melewati Era Kegelapan
Selasa, 22 September 2026
Target Trofi pada Periode Dua Roberto Mancini Melatih Timnas Italia
Senin, 21 September 2026
Kecam Wasit, Jose Mourinho Tunjukkan Dua Gambar Pelanggaran Keras di Derby Madrid
Sabtu, 19 September 2026
Chelsea Dibantai di Markas Brentford, Xabi Alonso Tak Mau Mencari-cari Alasan
Sabtu, 19 September 2026
Hasil Pertandingan: Bayern Munchen Pesta Gol, Chelsea Dibantai Brentford
PILIHAN EDITOR
Senin, 05 Oktober 2026
Mexx Meerdink, Striker Nomor 9 yang Dirindukan Timnas Belanda
Jumat, 02 Oktober 2026
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026