BolaSkor.com – Bek timnas Italia, Alessandro Bastoni, mengakui bahwa dirinya merasa sangat berutang kepada seluruh masyarakat Negeri Pizza setelah kegagalan tragis Gli Azzurri menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Namun, sang bek kini mulai merintis jalan penebusan dosa usai tampil gemilang di era kedua Roberto Mancini melatih Italia.
Penebusan itu hadir saat Italia sukses membantai Turki dengan skor telak 4-1 pada laga UEFA Nations League.
Baca Juga:
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Bastoni menjadi pembuka kran gol Italia lewat torehan cepatnya, yang membawa Italia unggul telak tiga gol hanya dalam tempo 27 menit.
Aksi manis tersebut menjadi penawar luka kelam pada Maret lalu, ketika kartu merah Bastoni akibat melanggar Amar Memic berujung pada kekalahan adu penalti dari Bosnia-Herzegovina.
Insiden itu membuat Italia resmi mencatatkan rekor kelam karena absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Penebusan Dosa Alessandro Bastoni
Alessandro Bastoni (Foto: Football-Italia)
Usai laga melawan Turki, Bastoni tak menampik bahwa kenangan pahit di Zenica masih terus membayanginya. Ia sadar betul bahwa kesalahan fatalnya tersebut berdampak sangat besar bagi publik sepak bola Italia.
Tak terhindarkan bahwa pikiran saya akan kembali ke Zenica. Saya akan berutang kepada seluruh rakyat Italia selama empat tahun ke depan,
ungkap Bastoni kepada RAI Sport.
"Ketika dihadapkan pada situasi sulit, saya selalu memilih untuk bangkit dengan kepala tegak dan mengambil tanggung jawab."
Kami menyentuh titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, namun kami ingin bangkit kembali,
lanjutnya.
Baca juga:
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Kemenangan atas Turki ini juga menjadi hasil positif pertama Roberto Mancini dalam kurun 1.198 hari sejak kemenangan terakhirnya di periode pertama.
Bastoni pun meminta para suporter untuk tetap tenang dan bersabar mendukung proses regenerasi timnas Italia.
"Secara keseluruhan kami masih tim muda, kami memiliki kualitas dan kami ingin membuktikan apa yang bisa kami lakukan," tambah Bastoni.
"Yang kami minta hanyalah keseimbangan dan kesabaran dalam menilai tim ini, karena ada banyak pemain muda yang ingin belajar."
"Kami tidak boleh terlalu bereforia sekarang, tetapi setidaknya menyenangkan untuk merasakan kebahagiaan sesekali," pungkas Bastoni.