BolaSkor.com - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026-2027 resmi berakhir setelah berlangsung selama enam hari, 3-8 November 2026, di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga.
Dua tim berhasil keluar sebagai kampiun di masing-masing kelompok usia (KU), yakni SDN 1 Cinunuk di KU 10 dan SDN 1 Mekarmukti di KU 12.
SDN 1 Cinunuk memastikan gelar juara KU 10 setelah melewati pertandingan final yang berlangsung ketat melawan SDN 2 Muarasanding. Gol tunggal Alika Nayla Putri menjadi pembeda sekaligus mengantarkan SDN 1 Cinunuk meraih kemenangan tipis 1-0.
Sementara itu, SDN 1 Mekarmukti tampil luar biasa di KU 12. Mereka menyempurnakan perjalanan impresif sepanjang turnamen dengan menaklukkan MIN 4 Garut dengan skor telak 13-0 pada partai final. Hasil tersebut sekaligus menegaskan dominasi SDN 1 Mekarmukti yang mencatatkan 124 gol tanpa sekalipun kebobolan selama kompetisi berlangsung.
Pelatih SDN 1 Cinunuk, Yuga Nugraha Putra, mengakui persiapan timnya untuk menghadapi MLSC Garut Seri 1 2026-2027 terbilang sangat singkat. Mereka hanya memiliki waktu sekitar satu pekan untuk mematangkan persiapan sebelum mengikuti kompetisi.
Kendati demikian, Yuga mengapresiasi semangat juang dan kekompakan anak asuhnya yang mampu tampil maksimal hingga membawa pulang trofi juara.
"Jujur saja persiapan kami mepet karena cuma satu minggu. Kami hanya menginstruksikan agar pemain melakukan yang terbaik dan kompak di lapangan. Alhamdulillah, syukur bisa menang di MLSC Garut Seri 1 ini," ujar Yuga.
SDN 1 Mekarmukti Ukir Dominasi, Cetak 124 Gol Tanpa Kebobolan
Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026 - 2027 KU 12 antara SDN 1 Mekarmukti (jersey orange) menghadapi MIN 4 Garut (jersey hijau) di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya, Minggu (8/11).
Pada KU 12, SDN 1 Mekarmukti benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai tim terbaik. Sejak fase awal hingga partai final, mereka tampil konsisten dengan produktivitas gol yang luar biasa dan pertahanan yang nyaris tak tersentuh lawan.
Puncaknya terjadi ketika menghadapi MIN 4 Garut di partai final. Raisya Rena Alfiyani tampil begitu eksplosif dengan mencetak tujuh gol pada babak pertama dan tiga gol di antaranya dicetak Naffisa. Dominasi tersebut membuat SDN 1 Mekarmukti menutup babak pertama dengan keunggulan telak 10-0.
Memasuki babak kedua, mereka tidak mengendurkan tekanan dan kembali menambah tiga gol untuk memastikan kemenangan 13-0.
Naura Anindya Lakeisha mencetak dua gol pada menit ke-17 dan 20, sedangkan satu gol lainnya disumbangkan Berlinda Allina Syafitri dua menit sebelum pertandingan berakhir.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa bagi Raisya Rena Alfiyani. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu tidak hanya mengantarkan SDN 1 Mekarmukti menjadi juara, tetapi juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi 49 gol sepanjang MLSC Garut Seri 1 2026-2027.
Raisya yang kini berusia 11 tahun mengaku bahagia bisa meraih prestasi tersebut. Ia mulai menekuni sepak bola sejak berusia delapan tahun dan merasa persiapan serta intensitas latihan yang dijalani bersama rekan-rekannya menjadi modal penting untuk tampil percaya diri sepanjang turnamen.
Senang (jadi top scorer). Kami selalu diminta untuk rajin latihan dan disiplin mengikuti instruksi pelatih. Alhamdulillah kami bisa jadi juara,
ucap Raisya.
Pelatih Kepala SDN 1 Mekarmukti, Irman Muhamad Asmara, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian anak asuhnya. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses latihan intensif yang telah dijalani selama beberapa bulan terakhir.
Selain menjalani program latihan bersama sekolah, sejumlah pemain SDN 1 Mekarmukti juga mendapatkan pembinaan melalui I.KO.CI Football Training Camp. Program tersebut merupakan pusat pelatihan sepak bola wanita yang bekerja sama dan terintegrasi dengan Akademi Persib Bandung untuk membina pemain di berbagai kelompok usia dini.
Irman berharap pencapaian di Seri 1 ini bisa menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berkembang. Ia juga ingin keberhasilan timnya mendorong sekolah-sekolah lain di Garut agar semakin serius mengembangkan sepak bola putri.
"Terima kasih untuk semua pemain yang sudah bekerja keras. Semoga di Seri 2 nanti bisa lebih kompetitif lagi dan bisa memotivasi SD ataupun MI di wilayah Garut. Supaya nanti di nasional (MLSC All-Stars), kita akan berangkat dengan skuad terbaik untuk mengharumkan nama Garut," katanya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Irman menilai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge memiliki arti penting bagi pembinaan sepak bola putri di Garut. Pasalnya, kesempatan bagi pesepak bola putri usia dini untuk mengikuti turnamen kompetitif masih terbilang terbatas.
Karena itu, ia mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang telah menghadirkan wadah bagi anak-anak perempuan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada penyelenggara MLSC. Untuk pembinaan usia dini, turnamen ini sangat berarti. Ketika ada wadah seperti MLSC, anak yang berbakat jadi punya jalan menuju jenjang yang lebih tinggi lagi," tambahnya.
Optimisme Lahirkan Srikandi Muda dari Priangan Timur
Antusiasme dan potensi besar yang ditunjukkan para peserta juga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Hj. Ai Sadidah, S.Pd., M.Si., M.Pd. Ia menilai kehadiran MLSC menjadi langkah positif dalam memperluas kesempatan anak-anak perempuan untuk menekuni sepak bola sejak usia dini.
Menurutnya, Garut memiliki peluang besar untuk melahirkan pesepak bola putri berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem pembinaan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah, hingga masyarakat.
Ai Sadidah juga mendorong Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Garut agar mulai membuka program khusus putri sehingga semakin banyak anak perempuan yang memiliki akses terhadap pembinaan sepak bola secara terarah.
Ini sungguh hal luar biasa di penyelenggaraan pertama, berkat kerja sama banyak stakeholder. Dengan antusiasme ini, saya optimistis ke depan akan lahir talenta-talenta sepak bola putri dari Garut,
ungkapnya.
"Untuk itu, kami juga mendorong Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Garut untuk punya SSB khusus putri, sehingga semua bisa bersinergi. Mulai dari sekolah, dinas terkait, hingga dukungan masyarakat, guna mendorong hal-hal positif seperti itu," lanjutnya.
Sementara itu, Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengaku puas dengan sambutan masyarakat Garut terhadap penyelenggaraan perdana MilkLife Soccer Challenge di wilayah Priangan Timur.
Menurutnya, antusiasme 1.516 peserta yang ambil bagian selama sepekan menjadi gambaran besarnya minat sekaligus potensi sepak bola putri di daerah tersebut. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, kualitas permainan dan semangat berkompetisi yang ditunjukkan para pemain juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Jawa Barat.
Satia bahkan optimistis Garut berpeluang menjadi salah satu daerah penghasil talenta sepak bola putri usia dini di Indonesia.
"Sebagai kota baru, sambutan di Garut benar-benar di luar ekspektasi. Antusiasme 1.516 peserta yang bertanding selama sepekan ini menjadi energi positif bagi masa depan sepak bola putri di Indonesia," ujarnya.
"Sepanjang kompetisi berlangsung, kita disuguhi pertandingan yang menarik dari kedua kelompok usia. Selamat kepada SDN 1 Mekarmukti yang sukses menjuarai KU 12 dengan rekor impresif lebih dari 100 gol dan clean sheet penuh, serta kepada sang juara KU 10 yang berhasil memenangkan pertarungan sengit di partai puncak. Ini membuktikan Garut punya banyak bibit unggul yang siap bersaing di level lebih tinggi," pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)
Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026 - 2027 KU 10 antara SDN 1 Cinunuk (jersey putih) melawan SDN 2 Muarasanding di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya, Minggu (8/11).
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026 - 2027:
Kategori Usia 10
Champion : SDN 1 Cinunuk
Runner-up : SDN 2 Muarasanding
Semifinalis : SDN 1 Cimareme & SDN Cirapuhan
Top Scorer : Yasmin Nur Anisa - SDN 2 Muarasanding (9 gol)
Best Player : Alika Nayla Putri - SDN 1 Cinunuk
Best Goalkeeper : Chelviana Maulia Anten - SDN 1 Cinunuk
Fairplay Team : SDN 3 Cimareme
Kategori Usia 12
Champion : SDN 1 Mekarmukti
Runner-up : MIN 4 Garut
Semifinalis : SDN 2 Sukatani & SDN 2 Mangkurayat
Top Scorer : Raisya Rena Alfiani - SDN 1 Mekarmukti (49 gol)
Best Player : Naffisa Aqila Himawan - SDN 1 Mekarmukti