BolaSkor.com - Bek anyar AC Milan, Mario Gila, mengungkapkan alasan di balik keputusannya bergabung dengan Rossoneri pada bursa transfer musim panas ini.
Meski sudah lama masuk radar sejak Milan dilatih Massimiliano Allegri, bek asal Spanyol itu mengaku akhirnya mantap pindah berkat pendekatan yang dilakukan pelatih baru, Ruben Amorim.
Baca Juga:
Mario Gila, Ikuti Jejak Alessandro Nesta dari Lazio ke AC Milan
Resmi Bertahan di AC Milan, Luka Modric Ungkap Alasan Perpanjang Kontrak hingga 2027
AC Milan vs Chelsea di GBK Jadi Penutup Rangkaian Piala Presiden 2026
Gila resmi didatangkan dari Lazio dengan nilai transfer 30 juta euro. Kepindahannya menandai awal petualangan baru bersama Rossoneri setelah tampil impresif di Serie A dalam beberapa musim terakhir.
Sudah Diincar Sejak Musim Lalu
Mario Gila mengakui dirinya sebenarnya sudah menjadi target AC Milan sejak musim lalu. Saat itu, Massimiliano Allegri dan direktur olahraga Igli Tare menjadi sosok yang paling menginginkannya.
Namun, perubahan di kursi pelatih membuat situasi berubah. Allegri dan Tare meninggalkan klub, sementara Ruben Amorim datang membawa proyek baru untuk Milan.
"Memang benar Allegri menginginkan saya, dan akan menjadi omong kosong jika menyangkalnya. Lalu mereka pergi, kemudian Ruben menghubungi saya. Ketika saya melihat betapa besar keinginannya membawa saya ke Milan, saya rasa itu tak ternilai harganya," ujar Gila.
Amorim Yakinkan Gila
Mario Gila (Foto: Laman Resmi AC Milan)
Gila mengaku langsung yakin setelah berbicara dengan Amorim. Menurutnya, AC Milan merupakan klub besar dengan sejarah panjang yang sulit untuk ditolak.
"Ini adalah klub yang sangat besar dengan sejarah yang luar biasa. Saya merasakannya sejak hari-hari pertama berada di sini. Sejujurnya, saya tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengambil keputusan," kata Gila.
"Saya sangat menyukai sambutan yang saya terima. Saya senang berada di sini karena yakin bisa meraih hal-hal besar. Saya merasa telah membuat pilihan yang tepat," lanjutnya.
Selama berkarier, Gila lebih sering bermain dalam sistem empat bek. Sementara itu, Ruben Amorim dikenal identik dengan formasi tiga bek, terutama skema 3-4-3.
Meski demikian, Gila mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi. Dalam sesi latihan, Amorim sudah mencoba menempatkannya di beberapa posisi berbeda di lini pertahanan.
"Dia mencoba saya sebagai bek tengah, juga sebagai bek tengah sisi kanan maupun kiri. Saya menyukai kedua peran itu karena masing-masing memiliki tantangan yang berbeda," kata Gila.