Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia Berita

Lebih Parah, Juventus Era Luciano Spalletti ketimbang Igor Tudor

Arief Hadi - Senin, 19 Oktober 2026

BolaSkor.com – Juventus harus menelan pil pahit usai dihancurkan Lazio dengan skor telak 0-3 di Allianz Stadium dalam lanjutan Serie A.

Kekalahan memalukan tersebut menandai awal musim 2026-2027 yang kian terpuruk bagi Si Nyonya Tua.

Secara statistik, awal perjalanan Juventus musim ini, di bawah komando Luciano Spalletti, ternyata jauh lebih parah ketimbang era Igor Tudor pada musim 2025-2026, tepat sebelum pelatih asal Kroasia itu dipecat.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Real Madrid, AC Milan, dan Arsenal Tersenyum, Juventus Beda Nasib

Kekalahan telak dari tim asuhan Gennaro Gattuso itu langsung disambut sorakan cemoohan dari para pendukung tuan rumah.

Hasil ini membuat posisi Spalletti makin tertekan usai Juve tercecer delapan poin dari pimpinan klasemen.

Catatan kebobolan tiga gol di kandang tanpa balas melawan Lazio ini menjadi yang pertama bagi Bianconeri sejak kekalahan 1-4 di Olimpico pada Maret 2001.

Selain itu, Juve telah menelan dua kekalahan dari lima laga kandang terakhirnya.

Juventus Inferior: Bermain Tanpa Arah

Juventus
Juventus (X/Juventus)

Dari tujuh laga Serie A yang sudah dijalani, pasukan Spalletti baru mengumpulkan 11 poin hasil dari tiga kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan.

Ini menjadi catatan poin terendah ketiga Juventus dalam 11 musim terakhir di periode awal liga.

Sebagai perbandingan, pada tahap yang sama di musim lalu di bawah Tudor, Juventus mengumpulkan 12 poin dari tiga kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.

Tudor sendiri dipecat pada pekan kedelapan setelah hanya meraih 12 poin, sebelum akhirnya digantikan Spalletti pada Oktober 2025.

Baca Juga:

Klasemen Serie A Terbaru Setelah Juventus Ditekuk Lazio: Bianconeri Terus Merosot

Spalletti mengakui penurunan performa skuadnya secara terbuka usai pertandingan.

Ini jelas Juventus yang inferior, tim yang tidak mengendalikan permainan, juga tidak memiliki ide ke mana harus membawa pertandingan,

aku Spalletti kepada DAZN Italia.

Spalletti juga menyinggung masalah kebugaran dan lambatnya respon para pemain di lapangan.

"Sulit untuk menjelaskannya bahkan kepada diri kami sendiri, karena kami baru kembali jam 4 pagi pada hari Jumat dari Vigo, lalu membiarkan para pemain pulih bersama staf fisik," ungkap pelatih berkepala plontos tersebut.

"Kami mencoba mengubah beberapa hal. Ada enam pemain baru, tetapi kami lambat baik di kaki maupun pikiran."

"Dalam sepak bola, Anda bisa melihat lawan, Anda bisa melihat bola, dan jika Anda terlalu lambat untuk bereaksi, tidak menunjukkan hati atau ritme, taktik dan sistem menjadi tidak relevan," tegas Spalletti menutup penjelasannya.

Baca Artikel Asli