Football

Sport

Feature

Result

Show

Timnas Indonesia Berita

Ketika John Herdman Mencari Sudut Pandang yang Tak Terlihat dari Bangku Cadangan

Johan Kristiandi - Selasa, 28 Juli 2026

BolaSkor.com - Ada pemandangan unik ketika Timnas Indonesia mengganyang Kamboja dengan skor 5-1 pada laga perdana di Piala AFF 2026. Sang pelatih, John Herdman, sempat berada di tribun untuk menyaksikan Rizky Ridho dan kawan-kawan berlaga.

Apa yang dilakukan John Herdman itu bukan tanpa sebab. Ia ingin mendapatkan gambaran lebih luas dari sebuah pertandingan.

John Herdman merasa, pandangan mata yang sejajar dari bangku cadangan membuatnya tidak bisa menganalisis laga secara detail.

Baca Juga:

Ungkapan Mitchell Baker Usai Cetak Hattrick di Laga Debut Bersama Timnas Indonesia

"Menurut saya, penting melihat pertandingan dari sisi taktik yang berbeda. Saya ingin melihat bagaimana pekerjaan selama tiga pekan terakhir ketika tim berada di bawah tekanan, di bawah sorotan lampu, di depan penonton, dan menghadapi lawan yang sulit," kata Herdman setelah laga.

Sejatinya, bukan barang baru ketika pelatih memberikan arahan dari posisi yang lebih tinggi. Sebelumnya, metode analisis dari ketinggian kerap digunakan pelatih juara Liga Champions, Luis Enrique.

Apa Manfaat John Herdman Melihat Pertandingan dari Posisi Lebih Tinggi?

Luis
Luis Enrique (uefa)

Seperti burung elang yang mengamati mangsanya dari ketinggian, Luis Enrique juga fokus melihat permainan anak asuhnya dari atas.

Ia telah menggunakan metode itu sejak menjadi pelatih di Celta Vigo, Barcelona, dan timnas Spanyol.

Luis Enrique meminta pihak tim menyediakan steger dengan tinggi mencapai lima meter untuk mengamati para pemain yang sedang berlatih di bawah.

Tidak lupa Luis Enrique membawa handy talkie (HT) untuk memberikan perintah kepada tangan kanannya.

Metode serupa kembali digunakan Enrique ketika menukangi Paris Saint-Germain. Bahkan, kali ini Les Parisiens mendatangkan scaffolding elektrik ke tempat latihan.

"Saya suka melihat bagian taktik dari sesi latihan melalui posisi lebih tinggi," ungkap Enrique menurut laporan PSG TV.

"Dengan demikian, saya bisa melihat semua pemain di sisi lapangan dan bisa melakukan perubahan jika diperlukan."

"Biasanya, kami selalu memakai steger. Namun, di klub ini, mereka memasang semacam lift untuk kami bisa naik sekitar 5 hingga 6 meter," kata eks pelatih AS Roma itu.

Menurut Enrique, metode melatih dari ketinggian juga bermanfaat jika ingin melakukan pergantian secara cepat. Ia tidak perlu menunggu hasil rekaman video latihan.

Baca Juga:

Hasil Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Hattrick, Skuad Garuda Pesta Gol

"Saya bisa melihat semua aspek latihan dari sisi taktik. Itu adalah solusi yang bagus," ulas Enrique.

"Saya tidak perlu menunggu melihat rekaman video dan kemudian memperbaikinya keesokan hari. Saya bisa melakukannya secara langsung," timpal pelatih asal Spanyol itu.

"Kemarin, kami melakukan latihan bertahan. Sekarang, kami berlatih menyerang. Saya berteriak untuk berbicara dengan para pemain."

Seperti John Herdman, Enrique pun pernah tertangkap kamera berada di tribun media pada babak pertama ketika PSG melawan Lens.

"Saya selalu melihat pelatih rugby dengan perspektif yang berbeda dan saya berpikir untuk melakukan hal yang sama," kata pelatih 56 tahun itu kepada ESPN.

Teknologi Siap Membantu

Hydration
Hydration breaks atau jeda minum pada Piala Dunia 2026 (bbc)

Jika Luis Enrique dan John Herdman masih menggunakan cara konvensional untuk melihat pertandingan dari ketinggian, lain halnya dengan para pelatih di Piala Dunia 2026.

Pelatih itu dibekali teknologi yang bisa memperlihatkan jalannya laga dengan posisi lebih tinggi daripada siaran televisi. Bahkan, perbedaan waktu antara kejadian di lapangan dan tayangan di layar hanya tiga detik.

Selain itu, ada sejumlah fitur sudut pandang kamera yang bisa dimanfaatkan. Beberapa di antaranya adalah main, tight, wide, hingga tactical. Teknologi mutakhir itu lahir berkat kerja sama FIFA dengan Lenovo.

"Satu di antara pencapaian teknologi terbesar Lenovo di Piala Dunia 2026 adalah FIFA AI Pro, platform analitik berbasis AI yang dikembangkan bersama FIFA untuk memberikan seluruh tim peserta akses terhadap data dan analisis resmi turnamen," tulis keterangan Lenovo.

"Seluruh 48 tim peserta menggunakan FIFA AI Pro. Platform ini memanfaatkan jutaan titik data, menganalisis lebih dari 2.000 metrik performa, dan menyajikan wawasan secara cepat melalui laporan, grafik, cuplikan video, serta rekonstruksi pertandingan dalam format 3D."

Baca Juga:

Profil Mitchell Baker, Pencetak Hattrick saat Timnas Indonesia Menang atas Kamboja

Oleh karena itu, tidak heran tim kepelatihan sejumlah tim nasional terlihat membawa tablet ke bangku cadangan.

"Dibangun menggunakan Lenovo AI Factory dan kapabilitas AI enterprise Lenovo, FIFA AI Pro memungkinkan pelatih, analis, dan tim teknis mengakses data resmi pertandingan serta rekaman laga menggunakan bahasa alami (natural language)," lanjut Lenovo.

"Hal ini memperluas akses terhadap analisis sepak bola tingkat lanjut yang sebelumnya hanya tersedia bagi federasi dengan sumber daya terbesar."

Dengan demikian, terbukti jika melihat pertandingan dari ketinggian adalah satu di antara metode yang lazim digunakan para pelatih papan atas dunia. Untungnya, juru taktik Timnas Indonesia menjadi satu di antaranya.

Baca Artikel Asli