BolaSkor.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali menjadi sorotan tajam publik jelang laga final Piala Dunia 2026. Hal ini menyusul munculnya kabar bahwa pemenang turnamen juga akan mendapatkan cincin juara ala kompetisi olahraga Amerika Serikat.
Laga pamungkas yang mempertemukan Spanyol dan Argentina ini akan digelar pada Senin (20/07) pukul 02.00 dini hari WIB di New York New Jersey Stadium.
Sang juara tidak hanya membawa pulang trofi ikonik dan medali emas, tetapi juga simbol kemenangan baru ini.
Langkah ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya cincin juara diperkenalkan dalam kompetisi resmi FIFA.
Baca Juga:
Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Pertemuan yang Sudah Ditakdirkan
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Jadi Duel Spesial Marc Cucurella dan Enzo Fernandez
Keputusan tersebut secara langsung mengadopsi tradisi olahraga populer di Amerika ke kancah sepak bola global.
Koleksi cincin mewah ini diproduksi secara sangat terbatas, yakni hanya berjumlah 2.026 buah yang disesuaikan dengan tahun turnamen.
Sebanyak 30 cincin khusus dialokasikan untuk tim pemenang, sementara 1.996 sisanya akan dijual bebas kepada para penggemar di seluruh dunia.
Desain cincin ini menampilkan trofi Piala Dunia di satu sisi, sedangkan sisi lainnya akan dipersonalisasi sesuai identitas tim yang keluar sebagai juara.
Setiap cincin juga akan diberi nomor individu, disesuaikan ukurannya, dan dilengkapi dengan sertifikat keaslian.
Setelah laga final usai, kapten dan pelatih kepala dari tim pemenang akan langsung menerima cincin sementara untuk memperingati momen tersebut.
Tuai Kritik dari Warganet

Presiden FIFA Gianni Infantino berpose di samping trofi Piala Dunia. (FIFA)
Kebijakan baru FIFA ini rupanya tidak direspons positif oleh semua pihak dan memicu perdebatan di media sosial.
Banyak pencinta sepak bola dunia melayangkan kritik pedas karena menilai budaya Amerika Serikat sudah terlalu jauh mengintervensi keaslian sepak bola.
Penolakan ini mencuat karena selain pemberian cincin juara, laga final nanti juga direncanakan bakal dimeriahkan oleh pertunjukan paruh waktu (halftime show) berdurasi panjang layaknya ajang Super Bowl.
Selain itu, FIFA juga telah memperkenalkan aturan jeda minum (hydration break) selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak.
Gelombang protes keras pun langsung disuarakan oleh para suporter di media sosial X yang merasa jengah dengan perubahan format tersebut.
"Hari demi hari permainan indah kita sedang dihancurkan," keluh salah seorang penggemar olahraga di platform tersebut.
Ini bukan lagi sepak bola, melainkan apapun yang mereka sebut di AS. Sepak bola tidak perlu meniru olahraga Amerika untuk merayakan kehebatan. Trofi Piala Dunia selalu sudah cukup.
Kekecewaan publik pun ditutup oleh komentar netizen yang mempertanyakan batas kompromi FIFA terhadap kultur Amerika Serikat.
"Kita benar-benar telah membiarkan Amerika mengubah Piala Dunia menjadi olahraga gaya Amerika."
"Batasnya seharusnya ditarik pada jeda minum, yang kita semua tahu itu adalah babak perempat. Ada pertunjukan paruh waktu juga .... Apakah ini Super Bowl?" pungkasnya.