BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara mengenai kritik yang mengarah kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman usai timnya imbang melawan Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
ET-sapaan akrabnya menilai kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola. Menurutnya, pelatih di negara-negara lain juga menghadapi situasi serupa terutama ketika tim yang mereka tangani gagal meraih hasil sesuai harapan.
Baca Juga:
FIFA ASEAN Cup: Kapten Malaysia Puji Ketangguhan Timnas Indonesia
“Saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik,” ujar Erick di Stadion si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Selasa (29/9).
Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam. Tapi itulah konsekuensi memegang hal dan pimpinan seperti itu,
sambungnya.
Timnas Indonesia Patut Dapat Apresiasi
Namun, ET menilai permainan Timnas Indonesia saat Malaysia perlu diapresiasi. Sebab tim kebanggaannya ini bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye mendapatkan kartu merah sejak menit ke-37.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Imbang karena Bermain dengan 10 Pemain, John Herdman Tak Banyak Evaluasi
“Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain kita harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin,” katanya.
Wajib Waspadai Bangladesh

Timnas Indonesia vs Malaysia (BolaSkor/MP Media/Didik Setiawan)
Kini, lanjutnya, Timnas Indonesia harus bisa kembali memberikan yang terbaik saat melawan Bangladesh di pertandingan terakhir grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
“Kita tidak boleh anggap remeh. Tadi Pakistan lawan Filipina saja 2-2. Padahal sebelumnya kita pikir hampir Filipina menahan Vietnam 1-1,” ungkap Erick.
Baca Juga:
RD Bela Perjuangan Timnas Indonesia Usai Imbang Lawan Malaysia dengan 10 Orang
“Artinya Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” tegasnya.
ET pun menyebut peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke babak final masih terbuka meski harus kejar-kejaran poin dan selisih gol dengan Malaysia.
“Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)