BolaSkor.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah resmi menjatuhkan hukuman kepada Persija Jakarta akibat dari kericuhan antarsuporter. Sanksi yang diterima klub bukan pengurangan poin seperti yang diisukan.
Sebelumnya, berhembus kabar bahwa Persija akan dijatuhkan hukuman pengurangan poin usai kelompok suporter mereka, terlibat dalam kericuhan pada pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027 kontra Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS), Serang, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Imbas Kericuhan di BIS: Persija Resmi Dijatuhi Denda Rp90 Juta dan Sanksi Larangan Away
Ternyata, sanksi yang diterima oleh klub berjuluk Macan kemayoran itu ialah denda total sebesar Rp90 juta, serta larangan kepada suporter Persija untuk datang ke laga tandang selama setengah musim.
Tak ada di Regulasi

Direktur Utama I.League Ferry Paulus, dan Direktur Operasional I.League Asep Saputra. (BolaSkor/Gazza Roosaryatama)
Menurut Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, ada alasan mengapa Persija tidak dijatuhi hukuman pengurangan poin seperti yang ramai dibicarakan.
Dia mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak tertera dalam peraturan atau kode disiplin. Sehingga, saat ini belum memungkinkan bagi Komdis untuk menghukum Persija dengan sanksi pengurangan poin akibat dari kejadian yang sudah terjadi.
Baca Juga:
Aremania Utas Boikot Laga Persija Jakarta vs Arema FC di Bekasi
"Memang dalam kode disiplin belum tertera, tetapi, terhadap indikasi larangan atau katakanlah kerusuhan-kerusuhan yang terjadi ini, tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi dalam satu regulasi tersendiri untuk diberikan sanksi pengurangan poin," terang Ferry dalam konferensi pers yang dihadiri BolaSkor.com, Rabu (21/10).
Dorong Regulasi Pengurangan Poin

Laga Persija vs Arema FC di SUGBK, Minggu (8/2), memecahkan rekor. (Media Persija)
Ferry tidak menutup kemungkinan agar nanti ke depannya ada peraturan yang memang mengatur masalah tersebut dengan hukuman pengurangan poin terhadap klub yang melanggar.
"Karena apa yang sudah kita jaga selama ini, tentunya harus memiliki kepastian, kenyamanan, bahkan kalau dilihat sekarang penonton itu sudah banyak ibu-ibu dan anak-anak," kata Ferry.
"Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya hari demi hari dalam pertandingan itu makin nyaman," tambahnya.
Baca Juga:
Singgung Aturan FIFA dan Match Fixing, Shin Tae-yong Yakin Persija Tidak Dikurangi Poin
Ferry mengaku tak segan-segan untuk memberikan hukuman berat apabila ke depannya terjadi insiden kericuhan yang membuat situasi di stadion tidak nyaman.
"Karena ada beberapa oknum terutama beberapa suporter yang selalu bandel dan berindikasi atau berimplikasi terjadi keributan, ya kami pasti akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi yang berat," tegasnya.