Football

Sport

Feature

Result

Show

Piala Dunia Internasional Berita

Hadapi Kongo, Thomas Tuchel Punya Pesan Peringatan untuk Inggris

Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026

BolaSkor.com - Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, melemparkan peringatan keras kepada anak asuhnya menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 kontra Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Rabu (01/07) pukul 23.00 malam WIB.

Ia menegaskan bahwa The Three Lions bakal langsung "dihukum" jika berani memandang remeh kekuatan Republik Demokratik Kongo.

Tuchel secara tegas menolak meladeni pertanyaan media mengenai potensi bagan turnamen berikutnya, termasuk kemungkinan laga akbar melawan tim tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca pada babak 16 besar mendatang.

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Kongo, Lawan Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sah, Harry Kane Jadi Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia

Rating Pemain Panama vs Inggris: Satu Gol dan Satu Assist Membuat Jude Bellingham Paling Bersinar

"Itu mungkin saja terjadi, tetapi ada satu pertandingan sebelum itu, bukan? Dan hanya ada satu pertandingan yang bisa kami fokuskan, dan itu adalah pertandingan berikutnya," tegas Tuchel dikutip dari DAZN.

Jika kami terhanyut dan mulai berbicara serta memikirkan kemungkinan babak 16 besar, kami hanya akan dihukum.

Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut mengingatkan bahwa fokus penuh harus dicurahkan untuk laga terdekat di Atlanta dalam empat hari ke depan.

"Kami memiliki pertandingan yang sangat sulit dalam empat hari lagi," tambah Tuchel.

"Saya memahami pertanyaan Anda dan ingin sekali membicarakannya, tetapi tidak, kami harus tetap fokus. Hanya ada satu pertandingan dalam empat hari. Ini bukan Meksiko, ini bukan di Meksiko, ini di Atlanta, dan kami harus siap untuk itu," imbuhnya tegas.

Kepercayaan Tinggi pada Pengalaman Elite Pemain

Timnas
Timnas Inggris (telegraph)

Kongo sendiri, yang menduduki peringkat 41 dunia, melaju ke fase gugur setelah melakukan comeback impresif 3-1 atas Uzbekistan di Atlanta.

Inggris diprediksi harus bekerja ekstra keras membongkar pertahanan rapat (low block) lawan, setelah sebelumnya sempat kesulitan saat bersua Panama dan ditahan imbang 0-0 oleh Ghana.

Kendati demikian, Tuchel tetap merasa optimistis bahwa intensitas tinggi di fase grup, termasuk saat menang 4-2 atas Kroasia, telah menempa mentalitas bertanding anak asuhnya dengan sangat baik.

"Pertandingan pertama terasa hampir seperti pertandingan fase gugur sepak bola," kenang Tuchel mengenai tensi tinggi di paruh kedua laga pembuka tersebut.

Situasi mendebarkan di fase grup diakui Tuchel telah memicu insting kompetitif yang bagus bagi timnya saat posisi klasemen sempat bergeser.

"(Pada hari Sabtu) ketika Anda melihat hasilnya dan tiba-tiba berada di momen di mana Anda berada di posisi kedua grup karena Kroasia mencetak gol (melawan Ghana), hal itu juga memunculkan perasaan ini. Namun sangat bagus untuk melihat momen-momen tersebut," paparnya.

Panama
Panama vs Inggris (@HQpcrt)

Menutup komentarnya, pria asal Jerman ini meyakini barisan pemain bintangnya memiliki kapasitas mentalitas juara untuk mengatasi tekanan di fase sistem gugur.

"Kami percaya dan mengandalkan para pemain kami. Mereka terbiasa dengan momen-momen ini."

Mereka bermain di Liga Champions hingga tahap akhir, mereka bermain di Liga Europa hingga tahap akhir. Mereka tahu apa yang diperlukan. Kami memiliki keyakinan kuat dan kami memiliki rasa percaya,

pungkas Tuchel.
Baca Artikel Asli