BolaSkor.com – Tim kejutan Republik Demokratik Kongo bersiap menantang raksasa Eropa, Inggris, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keberhasilan melaju ke fase gugur ini memicu antusiasme besar mengingat status mereka yang tidak diunggulkan di turnamen akbar ini.
Kedua tim akan saling bentrok di Atlanta Stadiu, Rabu (01/06) pukul 23.00 malam WIB. Inggris berstatus juara grup L Piala Dunia 2026, sementara Kongo satu dari tim peringkat tiga terbaik.
Di atas kertas, Inggris diunggulkan, tetapi jangan lupa Kongo sempat membuat Portugal frustrasi pada laga grup K dengan hasil akhir 1-1.
Baca Juga:
Klasemen Akhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi dan Argentina Sempurna
Inggris juga pernah ditahan tim Afrika, Ghana, dengan skor kacamata di fase grup. Oleh karenanya Kongo tak dapat diremehkan. Mengutip dari BBC Sport, berikut lima hal menarik yang perlu diketahui dari Kongo.
1. Ekspektasi dari Kongo
Kongo akhirnya berhasil menebus kegagalan masa lalu dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah pada tahun 1974 ketika masih bernama Zaire, di mana mereka mencatat tiga kekalahan termasuk dibantai Yugoslavia 0-9.
Sejak saat itu, Kongo tak bermain di Piala Dunia sampai saat ini dan Sebastien Desabre membangkitkan tim.
Desabre membawa Kongo ke empat besar Piala Afrika 2023 dengan permainan disiplin dan taktik yang dieksekusi dengan baik.
Kongo bermain fleksibel bisa dengan lima bek seperti saat menahan imbang Portugal atau saat menang atas Uzbekistan dengan taktik 4-4-2.
2. Kekuatan Kongo
Ketangguhan lini belakang menjadi fondasi utama kebangkitan Kongo, terbukti dengan catatan impresif berupa 29 laga tanpa kebobolan dari 57 pertandingan di bawah asuhan pelatih.
Ketika diperkuat oleh barisan pemain yang berkarier di Eropa, mereka bahkan tercatat tidak pernah kalah dengan selisih lebih dari satu gol.
Serangan balik, transisi bermain dengan kekuatan Cedric Bakambu dan Yoanne Wissa di lini belakang jadi poros kekuatan Kongo.
3. Titik Lemah Kongo
Kendati tampil solid, Kongo memiliki kelemahan karena sangat jarang menghadapi tim-tim yang bertengger di peringkat 20 besar dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, kebugaran fisik pemain menjadi kecemasan tersendiri lantaran mayoritas pilar reguler mereka minim mendapatkan menit bermain di klub masing-masing sepanjang musim 2025-2026.
4. Siapa Pelatih Kongo?
Sihir kebangkitan Kongo tidak lepas dari tangan dingin Sebastien Desabre.
Juru taktik asal Prancis tersebut, kini tengah menjalani peran kepelatihan ke-11 kalinya di benua Afrika.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut sukses mengubah tim yang sempat dilanda krisis menjadi skuad yang penuh disiplin dan kaya akan kecerdasan taktis.
Sebelumnya, Desabre sukses dengan Uganda dan membawa Kongo ke semifinal Piala Afrika 2023.
5. Siapa Saja Pemain Bintang yang Wajib Diwaspadai?
Lini belakang Kongo dipimpin oleh sang kapten Chancel Mbemba, sementara dinamika lini tengah mereka kini semakin hidup berkat kehadiran gelandang muda Sunderland, Noah Sadiki.
Ketajaman lini depan juga dipastikan akan bertumpu pada ketangkasan para striker dalam skema serangan balik cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Salah satu tumpuan utama di lini serang adalah Yoane Wissa, penyerang Newcastle United yang sukses menjadi pencetak gol terbanyak bersama untuk pemain Afrika di fase grup dengan torehan tiga gol.
Performa apik Wissa di turnamen ini mendapat pujian langsung dari sang pelatih, Sebastien Desabre, "Kami telah mengembalikannya (Wissa) ke performa terbaiknya."
Melengkapi ancaman di lini depan, Kongo juga masih memiliki sosok striker veteran berusia 35 tahun, Cedric Bakambu.
Penyerang gaek yang sukses mengemas empat gol selama babak kualifikasi ini, kini berada di ambang sejarah untuk menobatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya.