BolaSkor.com - Kegagalan Timnas Italia berlaga di Piala Dunia 2026 membuat sejumlah pihak menjadikan pemain Inter Milan, Alessandro Bastoni dan Francesco Pio Esposito, sebagai kambing hitam. Padahal, menilik sejarah Gli Azzurri, pemain Inter selalu berperan besar di balik raihan gelar.
Timnas Italia kembali gagal berlaga di Piala Dunia. Kali ini, mimpi Italia pupus setelah kalah adu tendangan penalti melawan Bosnia dan Herzegovina. Itu artinya, tidak akan ada lantunan Fratelli d'Italia dalam tiga edisi beruntun.
Baca Juga:
Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia, Gennaro Gattuso Minta Maaf
Prediksi dan Statistik Bosnia vs Italia: Satu Langkah Menuju Piala Dunia
Hasil itu membuat sejumlah pihak mulai mencari kambing hitam. Sasaran pertama adalah pemain belakang Inter Milan, Alessandro Bastoni.
Sang bek mendapatkan kartu merah langsung dan membuat Italia tampil dengan 10 pemain sejak pertengahan laga.
Berikutnya, pemain Inter lainnya, Pio Esposito, juga jadi sasaran cibiran.
Sebab, pemain yang dianggap sebagai masa depan sepak bola Italia itu gagal dalam mengambil tendangan penalti.
Pemain Inter Jadi Beban untuk Italia?
Menariknya, meski kini mendapatkan banyak hujatan, pemain Inter punya andil besar di balik kesuksesan Italia di masa lalu.
Gelar Piala Dunia pertama yang diraih Italia pada 1934 tidak lepas dari peran pemain Inter.
Pada edisi tersebut, penyerang legendaris Inter, Giuseppe Meazza, menjadi mesin gol Italia.
Sementara itu, dari barisan pertahanan, sulit untuk menepiskan sumbangsih Luigi Allemandi yang merupakan penggawa Inter.
Baca Juga:
Alessandro Bastoni Diincar Barcelona, Inter Milan Memburu Riccardo Calafiori sebagai Pengganti
Tottenham Datang Merayu, Roberto De Zerbi Masih Bisa Menunggu Manchester United atau Inter Milan
Pesan kepada Rival, Inter Milan Ingin Sapu Bersih Titel Serie A dan Coppa Italia
Empat tahun berselang, Italia kembali jadi pemenang Piala Dunia.
Pemain Inter pun turut terlibat aktif dalam membawa Azzurri ke tangga juara.
Pada edisi tersebut, Inter mengirim lima pemain. Mereka adalah Giovanni Ferrari, Pietro Ferraris, Ugo Locatelli, Renato Olmi, dan Giuseppe Meazza.
Meazza yang mendapatkan kepercayaan dari Vittorio Pozzo menjadi kapten mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Peran Besar Inter di Dua Gelar Piala Dunia Berikutnya
Kemudian, DNA Nerazzurri di timnas Italia kembali terasa pada Piala Dunia 1982.
Inter mengirim lima pemain, yaitu Giuseppe Bergomi, Alessandro Altobelli, Gianpiero Marini, Ivano Bordon, dan Gabriele Oriali
Altobelli turut mencetak satu di antara tiga gol Italia melawan Jerman Barat di laga final.
Pada Piala Dunia 2006, Inter hanya mengirim satu pemainnya, yakni Marco Materazzi. Kendati demikian, perannya sangat sentral bagi keberhasilan Italia menjadi pemenang.
Baca Juga:
Steven Zhang, Belajarlah Mencintai Inter Milan Seperti Donald Bebek
Selamat Ulang Tahun, Internazionale Milano
Saingi AC Milan, Inter Buka Peluang Datangkan Casemiro dari Manchester United
Bahkan, pada laga final melawan Prancis, Materazzi adalah protagonis di balik kemenangan Italia.
Bek bertubuh jangkung itu mencetak satu-satunya gol Italia pada waktu normal. Ia juga menjadi korban dari tandukan Zinedine Zidane yang berakhir dengan kartu merah.
Lebih lanjut, Materazzi sukses menjalankan perannya sebagai algojo pada babak tos-tosan.
Bersama Luca Toni, Materazzi juga menjadi pemain Italia yang paling banyak mendulang gol pada turnamen itu.
Berjaya di Eropa Berkat Pemain Inter Milan
Tidak hanya Piala Dunia, para pemain Inter juga menjadi dalang dalam keberhasilan Italia menjadi pemenang Euro.
Italia pertama kali memenangi Euro pada edisi 1968. Ketika itu, Azzurri diperkuat sejumlah pemain bintang milik Inter Milan.
Giacinto Facchetti, Sandro Mazzola, Angelo Domenghini, dan Tarcisio Burgnich adalah deretan pemain Inter yang membantu Italia mewujudkan mimpi meraih gelar Eropa pertama kali.
Domenghini yang berposisi sebagai gelandang menjadi penyelamat Italia dari kekalahan melawan Yugoslavia pada final pertama.
Baca Juga:
Inter Milan Pertimbangkan Pecat Cristian Chivu, Roberto De Zerbi Jadi Kandidat Terdepan
Tanpa Kemenangan di Tiga Laga Beruntun Serie A, Inter Milan Mulai Dihampiri Rasa Takut
Inter Milan Kembali Gagal Menang, Kolarov: Kami Masih Unggul Enam Poin
Pada akhir kompetisi, Facchetti, Mazzola, dan Domenghini masuk dalam susunan starting XI terbaik Euro 1968.
Cerita berlanjut pada Euro 2020. Kemenangan Italia pada ajang tersebut tidak lepas dari fungsi dua pemain Inter, Alessandro Bastoni dan Nicolo Barella.
Barella menjadi motor permainan Italia di lini tengah, sedangkan Bastoni adalah pelapis duet Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di jantung pertahanan.
Jadi, fakta berbicara pemain Inter Milan selalu ikut serta dalam gerbong keberhasilan Italia.