BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan penjelasan terkait dengan keputusan FIFA yang akan menggelar ajang bertajuk FIFA Asean Cup.
Sebagaimana diketahui, Asia Tenggara selama ini memiliki kompetisi bernama Piala AFF yang diikuti oleh seluruh negara di Asia Tenggara. Sayangnya, turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender FIFA karena bukan agenda resmi dari FIFA.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Thomas Tuchel, Stadion Azteca, dan Kenangan Piala Dunia 1986
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Mulai tahun ini, FIFA berencana untuk menggelar ajang internasional se-Asia Tenggara bertajuk FIFA Asean Cup. Kabarnya, selain negara dari Asia Tenggara, beberapa negara dari daerah tetangga akan juga turut serta.
Gelaran tersebut rencananya akan dilangsungkan pada September hingga Oktober mendatang.
"Seperti yang kita ketahui, negara Asia bergejolak semua dan kualitasnya masih kalah dengan Eropa dan Afrika. Jadi, itu mengapa FIFA ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi di Asia Tenggara dan Asia," ungkap Erick.
Lanjutkan Keberhasilan di Arab
Tidak hanya di Asia, sebelumnya FIFA juga sudah terlebih dahulu menggelar kompetisi serupa di benua lain. FIFA Arab Cup menjadi salah satu turnamen yang dihidupkan kembali oleh FIFA dan masuk dalam kompetisi resmi mereka.
Sebelumnya, ajang tersebut bernama Arab Cup dan sudah digelar sejak 1963. Namun, bergulirnya kompetisi tak memiliki jadwal yang jelas dan terakhir kali dipertandingkan ialah pada 2012 silam.
Setelah itu, FIFA mengambil alih turnamen tersebut dan mengubah namanya menjadi FIFA Arab Cup pada 2021 lalu. Kini, ajan itu dijadwalkan untuk bergulir empat tahun sekali.
"Sebelumnya, FIFA juga mengenalkan FIFA Arab Cup yang di mana ada negara-negara dari Timur Tengah bertanding dengan Afrika," kata Erick.
Khususnya di ASEAN, saya tidak tahu nanti seperti apa yang akan diundang. Akan tetapi, ini demi meningkatkan kualitas."
"Jadi, kita sabar, kami masih berjuang untuk meyakinkan. Karena memang kalau sudah ada nama FIFA, semuanya mau karena mahalnya," pungkas Erick.
Penulis: Gazza Roosaryatama