Memasuki babak kedua, Belgia dan Rusia tetap pada permainan terbuka dan menyerang. Belgia yang memiliki kualitas pemain di atas rata-rata pemain Rusia, tak lantas dengan mudah menembus solidnya militansi permainan ala negara Eropa Timur. Hampir tak terlihat kontribusinya, penyerang Belgia Romelu Lukaku kemudian digantikan oleh penyerang muda lainnya Divock Origi di menit 57. Hingga memasuki menit 70, baik Belgia dan Rusia belum juga mampu untuk memecahkan kebuntuan. Kedua tim juga sama-sama belum bisa menciptakan peluang berarti. Lini tengah kedua tim bisa dikatakan seimbang, di sentral lapangan ini kedua tim seringkali melakukan duel-duel sengit sebelum bisa menembus pertahanan. Setelah memasukan Divock Origim Marc Wilmots juga menggantikan Dries Mertens dengan penyerang yang bermain untuk Everton, Kevin Mirallas. Meski tampil cukup impresif dalam, pergerakan Mertens benar-benar mendapatkan perhatian serius dari para pemain bertahan Rusia. sehingga Mertens kurang leluasa untuk bisa menciptakan kreasi serangan. Rusia sendiri sebenarnya bisa menekan pertahanan Belgia dan menciptakan beberapa peluang lewat Viktor Faizulin dan Denis Glushakov. Sayang peluang keduanya terbuang percuma lantaran penyelesaian akhir yang kurang maksimal. Menit 80, Rusia mendapatkan peluang emas lewat sepakan Andrey Eshchenko. Lewat serangan balik cepat, sodoran bola Oleg Shatov berhasil diteruskan dengan sepakan mendatar oleh Shatov. Sayang bola masih melebar di sisi kanan gawang Thibaut Courtois. Belgia hampir saja bisa mencuri gol di menit 84, sayang tendangan bebas Kevin Mirallas masih membentur mistar gawang Rusia. Begitu juga aksi Eden Hazard semenit kemudian, sepakannya juga masih belum menemui sasaran. Belgia akhirnya mampu memecah kebuntuan lewat gol striker pengganti Divock Origi di menit 87. Diawali dengan tusukan Eden Hazard di sisi kanan pertahanan Rusia, Hazard kemudian melepaskan umpan kepada Origi yang sudah berdiri di depan gawang. Tanpa ampun, penyerang muda Belgia tersebut langsung menghujamkan bola ke gawang tanpa bisa dihalau Igor Akinfeev. Keunggulan Belgia bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan. Hasil ini membawa Belgia lolos ke babak 16 besar sekaligus menjadi pemuncak klasemen Grup H dengan raihan 6 poin. Rusia sendiri masih tertahan di posisi ketiga klasemen dengan poin 1. Anak asuh Fabio Capello harus memenangkan pertandingan terakhir kontra Aljazair pada tanggal 27 Juni 2014 mendatang, jika masih ingin bertahan di Piala Dunia 2014. Susunan Pemain: Belgia (4-2-3-1): 1. Thibaut Courtois (Gk); 2. Toby Alderweireld, 15. Daniel Van Buyten (C), 4. Vincent Kompany, 3. Thomas Vermaelen (Jan Vertonghen'31); 6. Axel Witsel, 8. Marouane Fellaini; 14. Dries Mertens (Kevin Mirallas'75), 7. Kevin De Bruyne, 10. Eden Hazard; 9. Romelu Lukaku (Divock Origi'57). Pelatih: Marc Wilmots (Belgia) Rusia (4-2-3-1): 1. Igor Akinfeev (Gk); 2. Aleksei Kozlov (Andrey Eshchenko'62), 14. Vassili Berezutskiy(C), 4. Sergei Ignasevitch, 23. Dmitriy Kombarov; 8. Denis Glushakov, 20. Viktor Fayzulin; 19. Aleksandr Samedov, 17. Oleg Shatov (Alan Dzagoev'83), 6. Maksim Kanunnikov; 9. Alexander Kokorin. Pelatih: Fabio Capello (Italia)
Duel Sengit, Belgia Atasi Perlawanan RusiaGrup H
BolaSkor - Minggu, 22 Juni 2014
- #Thibaut Courtois
- #Oleg Shatov
- #Grup H
- #Viktor Fayzulin
- #Eden Hazard
- #Rio De Janeiro
- #Stadion Maracana
- #Kevin Mirallas
- #Piala Dunia 2014
- #Divock Origi
- #Igor Akinfeev
- #Andrey Eshchenko
- #Marc Wilmots
- #Fabio Capello
Bagikan
BERITA TERKAIT
Minggu, 23 Agustus 2026
Carlos Espi, Pemain Langka dengan Profil yang Dibutuhkan Real Madrid
Sabtu, 11 Juli 2026
Buat Blunder Fatal Berujung Kekalahan Belgia, Senne Lammens Dapat Wejangan dari Legenda Spanyol
Selasa, 09 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
Rabu, 22 April 2026
Saran dari Fabio Capello agar Timnas Inggris Bisa Sukses di Piala Dunia 2026
Senin, 13 April 2026
AC Milan Terpuruk, Butuh Pengalaman Besar Massimiliano Allegri untuk Bangkit
Senin, 13 April 2026
Masalah AC Milan Lebih dari Sekadar Sistem dan Eksperimen Gagal Max Allegri
Kamis, 02 April 2026
Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Fabio Capello Heran Tidak Ada yang Mundur
Rabu, 11 Maret 2026
4 Sorotan Utama Real Madrid vs Manchester City, dari Talenta Vinicius hingga Pertarungan Dua Kiper Top Dunia
Selasa, 10 Maret 2026
Terpaut 7 Poin dengan Inter, Harapan AC Milan Belum Sepenuhnya Sirna
Jumat, 06 Maret 2026
AC Milan vs Inter: Prediksi Derby della Madonnina versi Fabio Capello
PILIHAN EDITOR
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026
5 Calon Top Skor Premier League 2026/2027: Siapa Bisa Hentikan Erling Haaland?
Selasa, 18 Agustus 2026
Profil Diego Moreira, Pemain Baru Rp1 Triliun Milik AC Milan
Senin, 17 Agustus 2026
Profil 3 Klub Promosi Premier League 2026/2027: Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City
Senin, 17 Agustus 2026
10 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui dari Bek Baru Inter Milan, Djed Spence: Taekwondo dan Religius
Senin, 17 Agustus 2026
Profil 3 Klub Promosi Serie A 2026-2027: Monza, Frosinone, dan Venezia
Jumat, 14 Agustus 2026
Biaya Nonton Pertandingan Premier League di Indonesia Sangat Mahal, Waktunya Pemerintah Berikan Subsidi?
Kamis, 13 Agustus 2026