Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Indonesia Indonesia Berita

Ditahan PSS, Persebaya Semakin Terlihat Kehilangan DNA Aslinya

Johan Kristiandi - Senin, 19 Oktober 2026

BolaSkor.com - Persebaya Surabaya melanjutkan rekor tak terkalahkan di Super League 2026/27. Sayangnya, catatan unbeaten tersebut tak sepenuhnya disambut sukacita.

Persebaya hanya memetik hasil imbang 2-2 saat menjamu PSS Sleman di Gelora Bung Tomo (GBT), kemarin (18/10). Catatan imbang ketiga sekaligus hasil seri kedua yang didapatkan di partai kandang.

Usai laga, sang pelatih Bernardo Tavares, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan pemain di lapangan. Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut mengakui belum sepenuhnya puas.

Menurutnya, Persebaya seharusnya bisa mengamankan poin sempurna. Sebagai timbal balik kepada Bonek dan Bonita yang menyempatkan waktu, materi dan tenaga untuk hadir langsung ke GBT.

"Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain. Sepak bola adalah tentang gol," ujar Tavares.

Baca Juga:

Koleksi Spesial dan Jersey Legendaris Persebaya di Pekan Raya Jatim 2026

Persebaya Terlena

Tavares sekaligus menyoroti kelengahan lini pertahanan anak asuhnya. Tim tamu yang cuma memiliki beberapa kesempatan, berhasil menyarangkan dua gol ke gawang Ernando Ari.

Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,

tambahnya.

Di balik rekor tak terkalahkan tersebut, Tavares kini berada di bawah sorotan tajam dan hujan kritik dari Bonek. Gaya permainan Persebaya di bawah asuhannya dinilai tak sesuai dengan DNA asli Bajul Ijo.

Baca Juga:

Bukan Minim Peluang, Ini yang Bikin Bernardo Tavares Frustasi Persebaya Gagal Bungkam Garudayaksa

Persebaya Membosankan?

Bernardo Tavares (Foto: BolaSkor/Arjuna Pratama)

Selama ini, Persebaya memang dikenal dengan gaya permainan yang ngeyel dan ngotot. Permainan cepat dari kaki ke kaki menjadi ciri khas dari tim kebanggaan Kota Pahlawan itu.

Namun di tangan Tavares, skema permainan Persebaya dinilai cenderung monoton. Kombinasi umpan-umpan pendek jarang dipertontonkan.

Baca Juga:

Lini Depan Persebaya Tambah Tajam dengan Kehadiran Saddil Ramdani

Francisco Rivera dkk. lebih sering mengandalkan umpan-umpan panjang. Hal ini dinilai kurang efektif dalam menembus pertahanan lawan.

Klub berjuluk Green Force itu tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil imbang ini. Mereka dijadwalkan melakoni laga tandang melawan PSM Makassar pada 22 Oktober mendatang. (Arjuna Pratama)

Baca Artikel Asli